Manusia & Kelobaan

Ketika menonton filem ini, ingatan kami terkenang dengan masa 25 tahun nan silam, tatkala Taman Jurassic diperkenalkan oleh Steven Spielberg. Sudah lima filem Jurassic ini dibuat dan kelima-lima dari filem ini berakhir dengan kehancuran dan lepasnya Dinosaurus.

Semula kami agaknya berkeinginan agar Dinosaurus ini hidup berdampingan dengan manusia namun kami yakin kalau memang Dinosaurus ini ada pada masa sebelum kehadiran manusia di bumi maka tentulah ada maksud dari kepunahan mereka. Makhluk berukuran raksasa tersebut taklah mungkin dapat hidup berdampingan dengan manusia. Akan terjadi ketidak seimbangan.

Filem Dunia Jurassic: Kerajaan yang Jatuh membukakan mata kami bahwa kehancuran dari dunia kita disebabkan oleh ketamakan dan kerakusan para pemilik uang (kapitalis), lemahnya politikus, premananisme yang bersekutu dengan hamba uang, dan ilmuwan yang idealis buta.

Bersualah nasehat Buya Hamka; Agama tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi – Ilmu tanpa agama bagaikan lentera di tangan pencuri. Preman kelas teri yang berbadan besar, suka mengancam dan membunuh tidak begitu berbahaya apabila dibandingkan dengan preman tamatan perguruan tinggi, memiliki uang, dan kekuasaan, serta berpakaian rapi, berwajah lembut nan menyentuh namun sesungguhnya serigala berbulu domba, pandai mereka menyembunyikan sifat asli mereka itu.

Sekali lagi kami terkenang dengan petikan ayat Al Qur’an Surah Ar Rum ayat 41:

https://saripedia.wordpress.com/2012/09/22/kerusakan-didarat-dan-laut/
Picture: https://saripedia.wordpress.com

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [QS. Ar-Ruum/30: 41]

Dan kami yakin tak ada nan namanya kebetulan, nama surah dalam Al Qur’an tersebut ialah Ar Rum yang berarti Bangsa Romawi atau kita sekarang menyebut mereka dengan nama “Orang Barat”.