Taman Monumen Bung Hatta

Picture: https://www.instagram.com

Dahulu ada seorang kawan nan bertanya “Kenapa taman tempat patung Bung Hatta itu berada tidak di buka kawan?” tanyanya kepada kami. Kami terdiam karena tiada dapat menjawab. Namun semenjak beberapa bulan sebelum tutup tahun 2016 nan silam taman tersebut telah dibuka untuk umum, sesiapapun dapat menikmati keindahan taman tersebut.

Taman ini terletak pada sebuah tebing yang tepat berdampingan dengan Istana Bung Hatta, dan tepat pula di persimpangan jalan yang dahulu disana pernah berdiri sebuah monumen yang didirikan oleh Belanda untuk mengenang salah seorang Kepala Laras kesayangannya serta di hadapan monumen tersebut terdapat sebuah bangunan yang pada masa Belanda dikenal dengan nama Societeit. Kini bangunan tersebut telah tak ada lagi digantikan dengan bangunan baru tempat para wakil rakyat bermufakat.

Jalan di hadapan monumen ini dahulu bernama Jalan Presidentslaan dimana di hadapan gedung Societeit itu dahulunya terdapat sebuah bangunan pesanggrahan tempat orang-orang berehat. Apakah itu pejalan kaki ataupun pengendara sepeda, maklumlah masa dahulu belum ada angkutan umum dan bendi merupakan angkutan yang mewah. (more…)

Advertisements

Lereng Gunung Singgalang

Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com/

Telah lama kami mendengarnya, dan cukup lama pula memendam rasa untuk dapat mengunjunginya. Tempat plesiran kami berikutnya dengan kawan nan esok akan balik ke rantau ialah Lereng Gunung Singgalang. Gemas kami dibuatnya melihat foto-foto yang dipamerkan oleh orang-orang di media sosial. Dicari-cari hari tiada dapat, masa tiada terluang akhirnya benar kata orang “Apabila direncanakan ia takkan terlaksana, justeru yang tak terencana itulah nan berjalan akhirnya..”

Kami berangkat menjelang magrib, tak mengapa menikmati mata hari terbenamlah kami di atas sana, walau kawan kami mengeluh “Kalau seandainya datang lebih cepat, pastilah bagus..”

Sebenarnya nan paling pas ialah menikmati matahari terbit karena lereng ini menghadap ke arah timur. Tapi tak mengapa, menyongsong pergantian haripun baik juga.[1]

Jalan nan kami tempuh semenjak lebuh raya[2] Padang Luar – Maninjau ialah mendaki terkadang dengan kemiringan yang sangat terjal. Terkenang semasa tinggal di Bandar Arang dahulu, namun keadaan jalan disana tak seterjal disini. Onda[3] tua kami yang diisi oleh dua orang telah mulai kepayahan namun ia masih sanggup membawa kami. Untung jalan-jalan nan kami lalui tersebut telah diaspal atau dicor dengan semen, kalau tidak, tak terbayanglah oleh kami betapa payahnya melalui jalan nan terjal itu. (more…)

Jambatan Kasih

Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com/

Di penghujung cuti hari raya, kami pergi mengawani seorang kawan nan pulang dari rantau. Esok dia akan balik ke rantau nan bertuah itu. Semula kami bingung hendak membawa ia berplesir kemana karena mengingat seluruh tempat pelancongan di bandar ini telah kami kunjungi bersama. Akhirnya kami putuskan untuk berplesir ke tempat nan belum pernah kami kunjungi.

Di Nagari Guguak Randah, tak jauh dari Nagari Koto Gadang terdapat sebuah jambatan yang melintang di atas sebuah jurang nan cukup dalam. Jambatan ini menghubungkan dua nagari yakni Nagari Guguak Randah dan Guguak Tinggi. Semula orang hendak menamainya dengan nama Jambatan Guranti yang merupakan singkatan dari Guguak Randah dan Guguak Tinggi namun sebagian orang keberatan. Lalu ada pula usul hendak memberi nama Jambatan Bercinta dan usulan itupun ditolak oleh orang banyak “Bagaimana kalau jambatan itu dijadikan oleh orang muda sebagaia tempat bermaksiat?” Akhirnya orang-orang menamainya dnegan Jambatan Cinta dan tiada seorangpun mempersoalkan hingga kini. (more…)

Rumah Puisi & Rumah Budaya

Taufik Ismail Poetry House & Fadli Zon Culture House in Aia Angek Country were located between Bukit Tinggi & Padang Panjang City in West Sumatera. Did You Know that Mr. Taufi Ismail has Adat Title from Minangkabau King? Tuanku Pujangga Diraja..

_________________________________

Telah lama kami berkeinginan hendak menengok serupa apa bentuknya Rumah Puisi taufik Ismail yang berada di Nagari Aia Angek. Nagari ini terletak diantara dua bandar yakni Bukit Tinggi (11 Km) dan Padang Panjang (6 Km). Dahulu tatkala mula dibangun (tahun 2008) kami sangatlah heran “Apalah nan hendak dibuat oleh orang di tengah sawah itu? Lain pula bentuk gonjong bangunannya?” ujar kami dalam hati. Ketika itu kami masih berulang untuk berkuliah ke Padang, dari atas bus nan kami tumpangi selalu tampak dua bangunan nan sangat mencolok itu. Nan terucap di benak kami ketika itu ialah gonjongnya yang janggal bentuknya. (more…)