The Budi Familys

Kelurga Budi

Adakah kanak-kanak sekarang tahu dan kenal dengan Budi, ibu-bapaknya, serta abangnya?

Setelah bertahun-tahun nan silam (semasa kanak-kanak) membaca dan dikenalkan dengan Si Budi dan keluarganya baru kini kami jumpai rupa mereka. Walau hanya berupa patung namun setidaknya rasa penasaran kami terjawab sudah.

Pada patung tampak ayah budi berkopiah sedang membaca buku nan sangat besar sekali. Mungkin ayah Budi bekerja di kantor dan nan dibacanya itu ialah laporan. Abangnya juga sedang membaca sebuah buku di belakang, takkalah besar bukunya dibandingkan sang ayah.

Adapun Si Budi sedang diajari bundanya membaca, buku nan dibacanya besar pula. Tampaknya Keluarga Budi memiliki gangguan penglihatan dan tiada seorangpun diantara mereka yang memakai kaca mata.

Namun ada pertanyaan lagi, adakah diantara tuan, engku, rangkayo, serta encik sekalian tahu siapa gerangan nama ayah, bunda, serta abangnya si Budi? Kenapa pula mereka dipanggil dengan nama salah seorang anak mereka? Tak baguskah nama mereka? Malukah mereka? Apa pula nan dimalukan?

Kemudian kami juga ingin tahu, dimana kampung si Budi itu? Sudah kuliahkah dia? Atau sudah bekerja? Sudahkah pula kawin dia? Kalau sudah dengan siapa dia kawin? Dan berapa orang anaknya sekarang?

Ah, banyak sekali nan kami tanyakan.

Namun kami ragu, benarkah ini patung keluarga Budi? Sebab tiada keterangan pada patung tersebut. Lagi pula siapa pula Keluarga Budi itu sehingga dibuatkan patungnya? Pahlawankah mereka? Kalau ia pahlawan apa? Dizaman apa? Masih hidupkah mereka atau sudah mati mereka itu? Entahlah..

Jangan pula tuan, engku, rangkayo, serta encik fikirkan. Nanti sakit, kami pula nan merasa bersalah..

– at Medan Bah

View on Path