The Cool Lady

 

Time has change and so 

Di bulan Ramadhan ini jadwal pulang kantor lebih cepat 1 jam, kalau biasanya pulang selepas Ashar – sebelum Magrib maka kini beberapa menit sebelum Ashar telah sampai di rumah. Dan tentunya jadwal sibuk di jalan besar berkisar pula 1 jam cepatnya. Walau murid-murid sekolah sudah mulai cuti hari raya namun kendaraan di jalan tetap ramai jua sebab para perantau sudah mulai ada yang pulang. Cukup banyak kendaraan berplat luar daerah berlalu lalang di jalan besar.

Disaat dalam perjalan hendak pulang dari kantor inilah kami mendapatkan pemandangan nan menarik hati. Pada sebuah persimpangan lampu merah, hanya beberapa menit sebelum waktu Ashar masuk, kami berhenti tepat di belakang sebuah onda[1] scuter matic yang dikendarai oleh entah seorang encik ataukah seorang rangkayo. Kami berhenti karena lampu sedang merah engku bukan hendak mengamati si encik ini. (more…)

Pak Kari Pergi ke Bandar

Pemandangan dari puncak bangunan pasar mewah

Terkenang dengan Kisah Pak Kari pergi bertualang ke Singapura. Dahulu kisah itu kami baca pada buku pelajaran Bahasa Indonesia tatkala kami masih bersekolah. Hanya saja kami lupa apakah semasa bersekolah SD, MTs (SMP), atau SMA. Nan terakhir kami ragu, kemungkinan tiada mungkin di SMA.

Kisah itu menceritakan lelaki udik bertandang ke bandar besar serupa Singapura. Masa itu amatlah mudah masuk ke Singapura tiada serupa sekarang. Kisahnya lawak namun menurut kami menohok orang-orang pandir yang gemar bersikap berlagak pintar.

Dan kisah itulah nan kami dapati pada diri ketiga orang udik ini. Datang ke bandar besar dengan penuh ketakutan dan cemas akan perbuatan manusia sekarang. Kena culik, kena rampok, kena tikam, kena hantam dan berbagai fikiran nan buruk-buruk lainnya. Namun nan mereka perlihatkan ialah sikap nan berlainan, tiada hendak mereka dikatakan orang udik. (more…)

Where am I

Where am I

Sungguh tiada disangka, tiada pula mengira sebelumnya. Setelah hampir enam belas tahun kami tinggalkan, kini mesti dijalani kembali. Berniat hendak mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia politik. Namun nan didapati ialah kakak-kakak nan tiada kami kenal.

Pertanyaan kami dari dahulu ialah “Kenapa mereka mesti dipanggil dengan kakak?” Kalau di kampung kami, “kakak” itu ialah panggilan untuk perempuan sedangkan lelaki dipanggil”tuan”. Namun dalam perkara ini, lelaki dan perempuan dipanggil kakak. (more…)

Holidays on My Country

Long Weekend [Friday Afternoon Mei 6, 2016]

Pekan pertama bulan Mei ini merupakan pekan nan dinanti-nanti banyak orang. Dua tanggal merah bergandeng di akhir pekan yakni tanggal 5 & 6 yang terletak di hari Kamis dan Jum’at. Maka senanglah hati karena mendapatkan libur panjang. Tapi tak semua mendapat berkah nan demikian.

Bandar kami terkenal sebagai tempat tujuan utama pelancongan di propinsi kami “Tak ke Minangkabau tuan apabila belum singgah ke Bukit Tinggi” demikianlah ungkapan yang dibuat orang. Sampai kini kami tiada berhasil mengetahui siapakah yang menciptakan ungkapan tersebut.

Maka dalam libur panjang kali ini ramailah sekalian orang mendatangi bandar kami. Dimana-mana jalanan ramai oleh kendaraan. Hilir mudik di labuh gedang dengan laju yang tiada tetap. Kadang kencang kadang lambat lajunya. (more…)