Rumah Gadang Lama

Picture: https://twitter.com/Fachrie_Ahda

Apabila kami mendengar ada orang nan hendak membuat sebuah rumah, maka sudah dapat dipastikan bahwa rumah yang hendak dibuat itu bukanlah Rumah Gadang. Pada masa sekarang, membuat Rumah Gadang amatlah mahal, terutama pada upah membuat gonjong. Jadi kalau ada Rumah Gadang baru dibuat orang, sudah dapat dipastikan bahwa yang punya pastilah memiliki uang yang lebih dari cukup.

Namun anehnya, karena membuat Rumah Gadang itu sangatlah mahal dan banyak pula tatacara nan mesti ditempuh dari segi adat, masih sedikit nan memiliki kesadaran untuk memelihara rumah pusako nan teramat berharga itu. Kebanyakan dibiarkan terbengkalai tak berpenghuni hingga akhirnya tanggal satu persatu atap ataupun dindingnya. (more…)

Harta Pusako di Minang

Kami sangka, seluruh orang Minangkabau yang tinggal di Alam Minangkabau ini faham dengan adat kami. Namun agaknya tidak, sebagian besar orang Minangkabau telah menjadi asing di negeri sendiri. Salah satu perkara nan selama ini menjadi pertikaian bahkan di Ranah Minang sendiri ialah perkara harta pusaka dan garis keturunan ibu (Matrilineal).

Maka tatkala kami sedang bersiar-siar di Ranah Maya bersualah oleh kami perihal harta pusaka nan jatuh ke kamanakan terutama sekali kepada Kaum Perempuan di Minangkabau ini. Adalah Datuk Seri Ulama Setia Negara nan menerangkan dengan baik pada beberapa kaji nan disampaikan oleh beliau. Engku Datuk menjelaskan bahwa harta pusako di Minangkabau termasuk kepada harta wasiat ataupun harta waqaf keluarga. Dimana peruntukkannya ialah bagi kaum perempuan nan pada beberapa kejadian acap ditelantarkan oleh suaminya. (more…)