Party of Five

Party of Five, payah kami mencari terjemahannya, maklumlah tuan, Bahasa Inggris amatlah buruk sangat. Pernah menyimak salah satu percakapan pada filem “Third party concern” yang diterjemahkan menjadi Pihak ketiga nan peduli. Mungkinkah arti dari Party of Five itu ialah lima pihak? entahlah.

Party of Five ialah judul salah satu drama tipi Amerika yang pernah ditayangkan pada salah satu stasiun tivi swasta di republik ini. Bagi nan menghabiskan masa kanak-kanaknya di tahun 1990-an tentulah pernah menonton drama tivi ini. Mengisahkan lima orang anak yatim piatu, si sulung nan berumur 24 tahun, nomor dua nan berumur 16 tahun, nomor tiga seorang gadis berumur 15 tahun, nomor empat nan berumur 11 tahun, dan si bungsu nan berumur 1 tahun. (more…)

Pencakar Langit

Gedung Pencakar Langit judulnya, mengisahkan perihal pertikaian, perjuangan, kesetiaan dan pengorbanan yang menyelimuti gedung tersebut tatkala dibakar. Ya, secara lahiriah gedung itu yang terbakar semenjak dari lantai 96 namun ada api nan jauh lebih besar sedang mengancam.

Filem ini mengedepankan kemajuan teknologi, menunjukkan bahwa tak hanya Barat namun Timurpun sudah mulai merangkak naik. Sesuai dengan keadaan sekarang dua kaum sedang berkejar-kejaran menunjukkan kehebatan mereka di atas muka bumi ini. Sesuai dengan yang telah dinubuatkan belasan abad nan silam. (more…)

Manusia & Kelobaan

Ketika menonton filem ini, ingatan kami terkenang dengan masa 25 tahun nan silam, tatkala Taman Jurassic diperkenalkan oleh Steven Spielberg. Sudah lima filem Jurassic ini dibuat dan kelima-lima dari filem ini berakhir dengan kehancuran dan lepasnya Dinosaurus.

Semula kami agaknya berkeinginan agar Dinosaurus ini hidup berdampingan dengan manusia namun kami yakin kalau memang Dinosaurus ini ada pada masa sebelum kehadiran manusia di bumi maka tentulah ada maksud dari kepunahan mereka. Makhluk berukuran raksasa tersebut taklah mungkin dapat hidup berdampingan dengan manusia. Akan terjadi ketidak seimbangan.

Filem Dunia Jurassic: Kerajaan yang Jatuh membukakan mata kami bahwa kehancuran dari dunia kita disebabkan oleh ketamakan dan kerakusan para pemilik uang (kapitalis), lemahnya politikus, premananisme yang bersekutu dengan hamba uang, dan ilmuwan yang idealis buta.

Bersualah nasehat Buya Hamka; Agama tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi – Ilmu tanpa agama bagaikan lentera di tangan pencuri. Preman kelas teri yang berbadan besar, suka mengancam dan membunuh tidak begitu berbahaya apabila dibandingkan dengan preman tamatan perguruan tinggi, memiliki uang, dan kekuasaan, serta berpakaian rapi, berwajah lembut nan menyentuh namun sesungguhnya serigala berbulu domba, pandai mereka menyembunyikan sifat asli mereka itu.

Sekali lagi kami terkenang dengan petikan ayat Al Qur’an Surah Ar Rum ayat 41:

https://saripedia.wordpress.com/2012/09/22/kerusakan-didarat-dan-laut/
Picture: https://saripedia.wordpress.com

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [QS. Ar-Ruum/30: 41]

Dan kami yakin tak ada nan namanya kebetulan, nama surah dalam Al Qur’an tersebut ialah Ar Rum yang berarti Bangsa Romawi atau kita sekarang menyebut mereka dengan nama “Orang Barat”.