Jambatan Kasih

Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com/

Di penghujung cuti hari raya, kami pergi mengawani seorang kawan nan pulang dari rantau. Esok dia akan balik ke rantau nan bertuah itu. Semula kami bingung hendak membawa ia berplesir kemana karena mengingat seluruh tempat pelancongan di bandar ini telah kami kunjungi bersama. Akhirnya kami putuskan untuk berplesir ke tempat nan belum pernah kami kunjungi.

Di Nagari Guguak Randah, tak jauh dari Nagari Koto Gadang terdapat sebuah jambatan yang melintang di atas sebuah jurang nan cukup dalam. Jambatan ini menghubungkan dua nagari yakni Nagari Guguak Randah dan Guguak Tinggi. Semula orang hendak menamainya dengan nama Jambatan Guranti yang merupakan singkatan dari Guguak Randah dan Guguak Tinggi namun sebagian orang keberatan. Lalu ada pula usul hendak memberi nama Jambatan Bercinta dan usulan itupun ditolak oleh orang banyak “Bagaimana kalau jambatan itu dijadikan oleh orang muda sebagaia tempat bermaksiat?” Akhirnya orang-orang menamainya dnegan Jambatan Cinta dan tiada seorangpun mempersoalkan hingga kini. (more…)

Jauh dimata dekat di hati

PIcture: http://frontiersmag.wustl.edu

Petang hari nan cerah di tempat kerja kami, seorang kawan kami dapati sedang rusuh hatinya. Rupanya ia sedang terkenang dengan si sibiran tulang nan jauh disana. Takdir telah memisahkan mereka, sekuat apapun ia berusaha untuk terlihat tenang dan kuat namun pada pandangan matanya itu terlihat juga kepedihan mendalam nan telah ditanggungnya himpunan masa.

Disini, ia berkawan dengan seorang kanak-kanak, amat dekat perhubungan mereka. Segala kasih dan sayang nan tiada dapat tertumpahkan selama ini, kini ditumpahkannya. Si kanak-kanak bertanya “Umur berapakah anak pakcik? Serupa apakah mukanya?”

Kawan kami nan telah lemah ini menjawab bahwa umurnya masihlah belum genap dua tahun, dan diapun memperlihatkan video si sibiran tulang yang selama ini disimpannya dalam telpon genggam miliknya “Wah, elok rupa anak pakcik, masih kecil ia..” seru si bujang kecil itu. (more…)