We have own rule here..

This few days, my people talk about the viral status in social media from foreign visitor to our grand mosque in our capital province. She is the short story writer, we know it from the another status where share that news.

Maybe she an idol on her city, on her province or where ever she belongs. Here, we dont know her. And we dont want to know. (more…)

Hujan..hujan..hujan..

Tsalasa, hari ke-25 bulan pertama tahun 1441 penanggalan Hijriyah
Hari ke-24 bulan kesembilan tahun 2019 penanggalan Gregorian

Hujan semalam yang hanya berlangsung kurang lebih setengah jam agaknya telah dapat mengurangi kabut asap pada pagi ini. Tatkala kami tengadahkan kepala, tampak langit biru walau tak sejelas hari biasa.

Dingin terasa menusuk, angin masih berhembus walau tak sekencang hari kemarin. Nun jauh di kaki langit arah timur ataupun barat masih berselubung kabut asap. Namun jarak pandang tak seburuk kemarin, seperti hari-hari awal kedatangannya, kabut asap hanya memandang dari kejauhan dari arah kaki Bukit Barisan. (more…)

Rindu dengan Singgalang

Itsnin, hari ke 24 bulan pertama tahun 1441 penanggalan Hijriyah
Hari ke-23 bulan kesembilan tahun 2019 penanggalan Gregorian

Duhai gunung marapi, gunung singgalang
Rindu bercampur dendam hati ini bila teringat
Sudah berapa lama kiranya kita tak saling pandang
Si Teneng[1] tak sekejam ini kalau tak salah ingat

Kami silap, dan mungkin sahaja hari ini kami silap pula apabila mendapati hari esok. Kabut lebih tebal dari hari kemarin, murid-murid sekolah se Luhak Agam diliburkan untuk masa beberapa hari. Orang-orang agak berkurang berlalu-lalang di lorong kantor. Pintu-pintu ditutup guna menghalangi asap masuk, dan banyak kami dapati kawan-kawan nan memakai penyongkok hidung[2]. (more…)

Keajaiban alam di negeri kami

Hari ke-23 bulan pertama tahun 1441 penanggalan Hijriyah
Hari ke-22 bulan kesembilan tahun 2019 penanggalan Gregorian

Semula kami sangka embun nan tebal, rupanya asap itu nan kian mendekat. Kalau biasanya tatkala melayangkan pandangan ke belakang rumah maka asap hanya tampak di balik pohon tinggi nan terletak di ujung perak. Kini, sudah sampai di belakang rumah ia. (more…)