Watching The Suspect (Yong-eui-ja)

PIcture: Here
PIcture: Here

Banyak yang menyamakan filem ini dengan Filem Jason Bourne, tampaknya kami sepakat, serupa tapi tak sama. Kisah seorang mantan agen mata-mata yang diburu serta berusaha mendapatkan keadilan. Khusus untuk filem ini, ditambah dengan usaha dan perjuangan seorang lelaki, seorang suami yang berusaha membalas dendam atas kematian anak dan isterinya. Dan kemudian berubah menjadi usaha untuk membalas kematian sang isteri dan mendapatkan kembali anaknya.

Filem ini semakin menegangkan dengan musik latar yang berhasil berjalan seiring dengan filem ini. Filem ini memang bukan asal buat, mengambil tempat perekaman gambar tak hanya di Korea melainkan juga di beberapa tempat di luar negeri. Sebut saja Cina, Hongkokng, dan Puerto Rico dengan aksi yang tak main-main.

Mengisahkan perjuangan seorang laki-laki yang berhasil bertahan hidup dikarenakan kusumat yang membara dalam dendam di hatinya. Dua orang nan sangat dicintai dalam hidupnya dibunuh dengan keji. Tujuan hidupnya ialah mencari orang nan telah membunuh anak dan isterinya, membunuh orang itu, kemudian melakukan bunuh diri.

Namun dia terperangkap dalam permainan Mafia Senjata yang melibatkan petinggi jawatan rahasia negara dan sorang pucuk pimpinan pada sebuah perusahaan besar di Korea. Untung ia dibantu oleh seorang Juru Warta yang sangat gigih dalam mengungkapkan kebenaran. Kemudian seorang pimpinan pencarian yang merupakan lawan lamanyapun bukan jenis orang pandir yang menurut dan mempercayai begitu saja segala keterangan yang didapatnya.

Kejar-kejaran, saling tembak, beradu hantam, saling bunuh, dan adu kecerdikan. Tampaknya pandai bersilat saja tiada cukup melainkan juga mesti cerdik dan panjang akal. Sebab nan akan dikalahkan ialah orang banyak dan lengkap pula persenjataannya.

Filem ini juga menunjukkan bahwa orang nan diburu belum tentu bersalah. Benarlah adanya kalau Fitnah itu Lebih Kejam dari Pembunuhan. Dan terkadang untuk mengubur suatu kebenaran maka orang nan menyimpan dan memiliki kebenaran itu mesti dimasukkan ke dalam kubur. Demikianlah azab dunia kini, semoga kita semua dijauhkan dari perkara serupa itu.

Satu nan kami petik dari kisah nan kami tontot ini, seoranv laki-laki akan menggerahkan segenap daya yang dimilikinya untuk menyelamatkan dan berkumpul lembali dengan keluarga kecilnya. Selain itu ia akan memendam kusumat rapat-rapat dalam kalbunya sampau terus mencari nan menanti waktu yang tepat untuk membalaskannya. Tiada peduli sekuat apapun ia, seberkuasa apapun, dicintai ataupun tidak oleh orang-orang disekitarnya, nan dendam itu mesti dibalaskan.

Serupa dengan pepatah di negeri kami “Hutang emas dibayar emas, hutang darah dibayar darah..” menakutkan memang.

Berhati-hatilah dengan jenis orang yang penyabar serupa ini, begitu lengah engku akan dibalasnya..

Watching The Suspect (Yong-eui-ja)

View on Path

A L O N E I N H E R E

Together we hold the hand

“Entah kenapa orang sekarang, begitu mudahnya berkeputusan cerai. Awak kalau dapat selalu berkumpul bersama. Serupa nan etek alami sekarang duhai sutan, terasa betapa butuhnya kita selali bersama..” terkenang-kenang oleh St. Rajo Basa perbincangan terakhirnya dengan etek isterinya. Di dalam adat di Minangkabau, etek dari isterinya disebut mertua juga.

Terkenang-kenang oleh St. Rajo Basa ucapan mertuanya itu tatkala dahulu mereka bercakap-cakap. Kini sedih hatinya sebab baru saja mendapat kabar kalau Dt. Marajo telah dahulu, berpulang ke rahmatullah. Datuk itu ialah suami dari etek isterinya, telah beberapa masuk-keluar rumah sakit dikarenakan penyakit jantung. Ketika berbincang-bincang dahulu dengan mertuanya itu, suaminya baru keluar dari rumah sakit untuk ketiga kalinya. (more…)