Petang Hari nan Elok

DSCF1609Semenjak beberapa pekan ini kabut tipis menyelimuti negeri kami “Kabut Asap agaknya ini..” kata sebagian orang. Namun kami tiada yakin karena tiada pernah keluar diberita perihal propinsi jiran kembali bermain api. Memanglah jiran kami ini sangatlah nakalnya karena hampir setiap tahun kejadian serupa kembali terulang. Suka sekali bermain api sehingga asap yang dihasilkan tiada terkira.

Ada kawan yang bergarah[1] “Kalau awak mengekspor barang kebutuhan pokok ke jiran awak maka giliran mereka membalas budi dengan mengekspor asap hasil meunggun..”

Namun pada suatu petang nan cerah kami dapati keadaan berlainan, langit cerah sehingga pemandangan jauh lepas. Mungkin karena kemarin turun hujan seharian sehingga udara dibersihkan, benar agaknya kata Engku Guru mengaji di surau “Hujan itu rahmat dan berkah dari Allah Ta’ala, jangan disesali..”

Petang hari ini dalam perjalan pulang dari kantor kami mendapati suasana petang nan menyenangkan. Sudah lama kami tiada mendapati suasan yang demikian, matahari petang menyinari dari balik awan, Gunung Marapi dan Singgalang yang dengan setiap mengamati masyarakat di Luhak Agam ini, hamparan pesawahan yang sedang menghijau dan sebagian lagi menguning. Arak-arakan awan di langit dengan latar langit biru. Sungguh cantik sangat.. (more…)