Jauh dimata dekat di hati

PIcture: http://frontiersmag.wustl.edu

Petang hari nan cerah di tempat kerja kami, seorang kawan kami dapati sedang rusuh hatinya. Rupanya ia sedang terkenang dengan si sibiran tulang nan jauh disana. Takdir telah memisahkan mereka, sekuat apapun ia berusaha untuk terlihat tenang dan kuat namun pada pandangan matanya itu terlihat juga kepedihan mendalam nan telah ditanggungnya himpunan masa.

Disini, ia berkawan dengan seorang kanak-kanak, amat dekat perhubungan mereka. Segala kasih dan sayang nan tiada dapat tertumpahkan selama ini, kini ditumpahkannya. Si kanak-kanak bertanya “Umur berapakah anak pakcik? Serupa apakah mukanya?”

Kawan kami nan telah lemah ini menjawab bahwa umurnya masihlah belum genap dua tahun, dan diapun memperlihatkan video si sibiran tulang yang selama ini disimpannya dalam telpon genggam miliknya “Wah, elok rupa anak pakcik, masih kecil ia..” seru si bujang kecil itu. (more…)

Advertisements

Beraya berkeluarga

Picture: http://penamerdeka-52e3.kxcdn.com

Beraya ialah masanya berkumpul sanak keluarga, suatu hari bertuah nan dapat mempertemukan segenap sanak keluarga. Dihari biasa tiada dapat bersua karena sibuk dengan untung perasaian masing-masing. Masa inilah kita dapat saling silau menyilau, memperkenalkan kepada anak pertalian kerabat nan dimiliki, serta mempertemukan kembali dan renggang.

Beberapa masa nan silam kami membaca sebuah postingan seorang kawan di jejaring sosial:

Ah sedapnya beraya beramai-ramai bersama keluarga besar, adik dan kakak, ipar dan bisan, anak dan menantu, serta nenek dengan cucunya. Ramai rumah itu dibuatnya. Apalah daya awak nan hanya keluarga kecil sahaja, tak serupa kawan lain nan banyak berdunsanak.

Memanglah demikian nan terasa, gelak tawa dan senda gurau menghiasi rumah nan semula lengang. Meriahlah suasana rumah itu. Hal tersebut sangat terasa bagi keluarga nan memiliki anak dan anak telah memiliki anak pula. Telah ramai rumah ini dengan para cucu serta segala tingkah pola mereka nan menggemaskan itu. Sekalian orang nan melihat menjadi cemburu karena tiada mengalami serupa nan dialami keluarga itu. (more…)

Watching The Suspect (Yong-eui-ja)

PIcture: Here
PIcture: Here

Banyak yang menyamakan filem ini dengan Filem Jason Bourne, tampaknya kami sepakat, serupa tapi tak sama. Kisah seorang mantan agen mata-mata yang diburu serta berusaha mendapatkan keadilan. Khusus untuk filem ini, ditambah dengan usaha dan perjuangan seorang lelaki, seorang suami yang berusaha membalas dendam atas kematian anak dan isterinya. Dan kemudian berubah menjadi usaha untuk membalas kematian sang isteri dan mendapatkan kembali anaknya.

Filem ini semakin menegangkan dengan musik latar yang berhasil berjalan seiring dengan filem ini. Filem ini memang bukan asal buat, mengambil tempat perekaman gambar tak hanya di Korea melainkan juga di beberapa tempat di luar negeri. Sebut saja Cina, Hongkokng, dan Puerto Rico dengan aksi yang tak main-main.

Mengisahkan perjuangan seorang laki-laki yang berhasil bertahan hidup dikarenakan kusumat yang membara dalam dendam di hatinya. Dua orang nan sangat dicintai dalam hidupnya dibunuh dengan keji. Tujuan hidupnya ialah mencari orang nan telah membunuh anak dan isterinya, membunuh orang itu, kemudian melakukan bunuh diri.

Namun dia terperangkap dalam permainan Mafia Senjata yang melibatkan petinggi jawatan rahasia negara dan sorang pucuk pimpinan pada sebuah perusahaan besar di Korea. Untung ia dibantu oleh seorang Juru Warta yang sangat gigih dalam mengungkapkan kebenaran. Kemudian seorang pimpinan pencarian yang merupakan lawan lamanyapun bukan jenis orang pandir yang menurut dan mempercayai begitu saja segala keterangan yang didapatnya.

Kejar-kejaran, saling tembak, beradu hantam, saling bunuh, dan adu kecerdikan. Tampaknya pandai bersilat saja tiada cukup melainkan juga mesti cerdik dan panjang akal. Sebab nan akan dikalahkan ialah orang banyak dan lengkap pula persenjataannya.

Filem ini juga menunjukkan bahwa orang nan diburu belum tentu bersalah. Benarlah adanya kalau Fitnah itu Lebih Kejam dari Pembunuhan. Dan terkadang untuk mengubur suatu kebenaran maka orang nan menyimpan dan memiliki kebenaran itu mesti dimasukkan ke dalam kubur. Demikianlah azab dunia kini, semoga kita semua dijauhkan dari perkara serupa itu.

Satu nan kami petik dari kisah nan kami tontot ini, seoranv laki-laki akan menggerahkan segenap daya yang dimilikinya untuk menyelamatkan dan berkumpul lembali dengan keluarga kecilnya. Selain itu ia akan memendam kusumat rapat-rapat dalam kalbunya sampau terus mencari nan menanti waktu yang tepat untuk membalaskannya. Tiada peduli sekuat apapun ia, seberkuasa apapun, dicintai ataupun tidak oleh orang-orang disekitarnya, nan dendam itu mesti dibalaskan.

Serupa dengan pepatah di negeri kami “Hutang emas dibayar emas, hutang darah dibayar darah..” menakutkan memang.

Berhati-hatilah dengan jenis orang yang penyabar serupa ini, begitu lengah engku akan dibalasnya..

Watching The Suspect (Yong-eui-ja)

View on Path