Perihal Kami (About Us)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Blog ini merupakan kumpulan kisah nan kami dapati dalam keseharian, kisah tentang diri, kawan, kenalan, kisah nan disampaikan oleh orang, dan lain sebagainya. Tidak ada maksud untuk mencaci, mencela, apalagi memburuk-burukkan. Ini hanyalah sebuah kisah yang kami tuliskan agar jangan sampai dilupakan. Blog ini juga menampilkan foto-foto yang kami dapatkan dalam keseharian.

_______________________________

This blog was tells story about my daily, friend, people surrounding me, story I heard who tell by another people, and many else. There is no intention to berate, criticize, let alone slander. This is just a story that we write in order not to be forgotten. The blog also displays the photos that I get in everyday life.

I just ordinary country man, Melayu Man from Minangkabau, its nice to meet you here…

Advertisements

28 thoughts on “Perihal Kami (About Us)

      1. Sudilah memaafkan kesalahan kami engku. Ketidakpahaman kamilah musababnya…

        Apa sudah mirip bahasa lama? hehe
        Saya kagum dengan gaya bahasa yang bang sutan pakai. Setelah saya cari tahu, katanya itu merupakan gaya penulisan lama alias masih sangat mirip bahasa Melayu (bahasa Indonesia masih perawan katanya). Oleh karena itu saya menduga Bang Sutan dari Malaysia.

        Salut buat Bang Sutan yang turut melestarikan bahasa 🙂

        NB: panggil Bang Sutan nggak apa2 kan?

        Liked by 1 person

      2. Tiada mengapa engku, terima kasih telah singgah dan menengok-nengok blog buruk kami ini.

        Terima kasih engku, senang hati kami dibuatnya. Memanglah itu maksud kami, hendak melestarikan Bahasa Melayu nan konon kabarnya asal dari Bahasa Indonesia. Bak kata pepatah orang tua kita dahulu “Bahasa Menentukan Bangsa” dan pada masa sekarang kita tenggelam dalam arus penyeragaman dan pengambilan yang teramat liar terhadap bahasa asing sebagai Bahasa Serapan.

        Tiada mengapa engku, suka kami dengan panggilan itu.

        Dimanakah kampung engku ini?

        Salam dari Minangkabau dar es Salam

        Liked by 1 person

      3. Saya dari Batam, Kepulauan Riau. Di tempat kami masih mendapat siaran tv dari Singapura dan Malaysia yang Bahasa Melayunya hampir serupa dengan kita. Karena itu saya sempat mengira Bang Sutan dari Malaysia hehe

        Liked by 1 person

  1. Assalamualaikum,
    Salam kenal dari urang Suliki Payakumbuh Pak. Lai siat-siat saa Pak? Toragak wak singgah kiko. Insha Allah ado rosoki nanti. Wassalam.

    Liked by 1 person

    1. Wa’alaikum Salam,
      Salam kenal juga engku, ah engku ini, saya masih kecil engku, jauh lebih muda dari engku ini.

      Alhamdulillah sehat engku, bagaimana pula keadaan engku dan keluarga di rantau orang? Dimanakah engku ini merantau?

      Insya Allah kami do’akan, singgahlah engku. Sudah lamakah engku tak pulang kampung?

      Liked by 1 person

  2. Assalamu’alaikum wr.wb…
    Membaca komentar mas Sutan di blog saya beberapa saat yang lalu, saya jadi teringat pada sebuah Buku karangan almarhum Buya HAMKA judulnya Pelajaran Agama Islam. Gaya bahasanya melayu saya suka sekali mengulang-mengulang membacanya. Saya rindu dengan gaya bahasa lama/asli kita itu mas dan sekarang sudah ndak ada/sulit kita jumpa lagi dengan nya.
    Salam takzim selalu dari Dompu-NTB

    Liked by 1 person

    1. Wa’alaikum salam engku, senang hati kami membaca balasan dari engku. Sungguh girang hati kami membaca balasan engku ini, memanglah benar apa nan engku katakan, Bahasa Indonesia sekarang telah jauh melenceng dari Bahasa Melayu Asli nan dahulu kita perjuangkan dan maklumkan sebagai Bahasa Indonesia itu. Telah terlalu banyak unsur serapan dari luar. Almarhum Buya Hamka ialah salah seorang ulama dan pujangga nan teramat kami gemari pula.

      Semoga kerinduan engku dapat terobati melalui blog kami ini,. 🙂

      Insya Allah..

      Liked by 1 person

      1. Exquisita, los caminos de mesa en lino, la cubertería de plata y la lámpara de cristal, todo marovillosa. Un marco ideal en el que celebrar una fecha como la de hoy.Bss

        Liked by 1 person

    1. Terima kasih engku muda, belum pantas kiranya kami dipanggil mamak, baru menjelang 32 tahun.
      Dimanakah engku muda ini berkuliah? Dimana pula kampungnya? Bersukukan apapula?
      Maaf kami terlalu banyak tanya,. hehe.. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s