Si Dungu nan Malang

Gambar Ilustrasi: https://www.vectorstock.com

“Baik tuan beli ini, lagi bagus..” bujuk si empunya kedai

Kawan kami yang dungu menurut sahaja “Benarkah tuan..? lebih baik dari yang itu?” tanya dungu

“Tentu sahaja, lebih baik..” jawab si empunya kedai sungguh-sungguh

Keesokan harinya ia merana karena barang yang baru dibeli kemarin sudah rusak. Apa hendak dikata, ia sama sekali tak pandai berbelanja. Selama ini ia selalu meminta tolong kepada orang lain untuk berbelanja, mempercayakan kepada kawan tentang pilihan dan harga.

Pada hari nan lain “Tuan, boleh dipersingkat baju dan lengannya itu? Terlalu dalam agaknya..” pintanya kepada tukang jahit. Ia meminta baju lamanya diperbaiki.

“Tak bagus ia, lebih bagus seperti itu, diperkecil sahajalah..” jawab si tukang jahit

“Baiklah tuan,..” jawabnya menyerah. Namun sesampai di rumah ia tak senang, beberapa saat kemudian ia kembali ke tukang jahit.

“Tak mengapa tuan, biarlah kalau buruk dipersingkat sahaja lengannya itu. Terlalu dalam terasa..” pintanya

“Ah, bagus serupa itu..” jawab si tukang jahit keras “Tambah kerja itu namanya, dibuka dulu, ini kerjaan banyak haa..!!” ucapnya dengan nada keras

Si dungu itu hanya tersenyum sahaja “Begitu ya tuan,..” jawabnya pasrah bercampur malu. Semua orang dalam kedai memandang dirinya penuh selidik.

Setelah mengeluh dan mengata-ngatai kawan kami ini akhirnya si tukang jahit berkata kesal “Ya sudah, biar awak suruh si bujang nanti membuka jahit dan mengguntingnya..!!”

Si dungu ini berterima kasih dan pergi dibawah tatapan pelanggan nan lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.