Apabila daya tak ada

Gambar Ilustrasi: http://statusmind.com

“Engkau tahu? kata orang kalau kita tak punya kuasa maka serupa bidak di atas papan catur. Menerima sahaja apa nan diperbuat orang..” Kata kawan kami.

Kami diam sahaja, ini merupakan peribincangan antar kuli, para pejabat nan memiliki kuasa takkan masuk di kepala mereka pokok percakapan kami orang suruhan ini.

“Cacing nan lemah itu sahaja apabila diinjak akan mangaleong[1] tuan..” jawab kami

Ia mendengus kesal “Apa nan dapat awak lakukan, cuma kuli?!” sergahnya kesal “Disuruh pergi, ditegah[2] berhenti..”

Semenjak sehari nan lalu kawan kami nan seorang ini amatlah mudah naik pitam. Setelah kabar tentang kami para kuli nan kemungkinan besar akan dipindahkan kembali ke kantor lama. Kantor lama nan teramat dibenci, kantor lama nan amat tak beradat itu. Setelah hampir tiga tahun hidup dalam ketenangan, kini kebebasan kami kembali terancam.

Macam-macam perasaan, macam-macam tanggapan kawan-kawan, dan bermacam-macam pula rencana. Sebagian ada nan memutuskan untuk menyerah, ada pula untuk memnyongsongnya “Ya, pindah awak dari sini, biar tak kembali ke neraka itu..” usul nan lain.

________________________

Catatan Kaki:

[1] Mengelinjang, selengkapnya klik disini

[2] Dilarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.