Melancong malam

Picture: https://twitter.com

Hari pertama nan padat dan juga melelahkan, bagi para perokok sudah sibuk berganti-ganti meminta izin untuk keluar ruangan, mencari tempat untuk dapat menghisap tembakau. Sebab ruangan berpendingin, kalaupun tak berpendingin tetap di larang merokok, maklumlah pada masa sekarang ruang merokok semakin dibatasi selain harga sebungkus rokok yang beranjak naik dalam senyap dan perlahan.

Disaat makan malam, kami bertiga dengan kedua kawan kami sibuk bergurau, hingga akhirnya perbincangan berpindah ke rencana malam ini. Akhirnya diputuskan untuk pergi berpesiar malam ini, berjalan kaki dari hotel tempat menginap ke sebuah kawasan nan teramat terkenal di bandar ini. Maklumlah jaraknya tak begitu jauh.

Kami sudah sering datang ke kawasan ini, setiap datang berkunjung ke bandar nan satu ini sudah pasti singgah. Terkenal sebagai pusat perbelanjaan untuk para pelancong serta kini sudah dipercantik dengan memperlebar jalur pejalan kaki, memindahkan tempat parkir kendaraan roda dua, dan menyediakan lebih banyak bangku tempat duduk.

Kawasan ini memanjang dengan bagian utara berbatasan langsung dengan rel kereta api yang stasiunnya tak jauh dari kawasan tersebut sedangkan pada bagian selatan terdapat titik nol yang tepat berada di persimpangan dimana pada keempat sisinya terdapat bangunan lama sebuah bank, kantor pos di sebelah kiri seberang jalan kemudian istana gubernur Belanda dan di seberangnya sebuah benteng lama yang kini jadi museum. Kawasan ini dinamakan sesuai dengan nama jalannya.

Kesinilah kami bertiga malam itu berjalan, melihat kehidupan yang semakin semarak. Para pelancong, putih dan kuning, berpakaian seenak purutnya. Termasuk para pelancong berwajah melayu dan berkulit sawo matang ikut-ikut pula berpakaian sesukanya, terutama perempuan dan terutama sekali gadis-gadis muda berparas elok dan bertubuh aduhai.

Pasangan kekasih, keluarga, ataupun gerombolan orang-orang berkawan. Pada beberapa titik di jalur pejalan kaki diadakan pertunjukan jalanan (ngamen), sekelompok pemusik memainkan alat musik khas yang mengundang kerumunan. Mereka tergabung dalam kelompok yang rapi dan terkadang memakai seragam. Selain mereka terdapat pelaku seni lain yang berusaha sendiri ataupun berdua.

Nan menarik perhatian kami ialah beberapa pengamen yang tidak memiliki penglihatan, berusaha dengan peralatan seadanya dan berusaha sendiri ataupun berdua dengan pasangannya yang juga tak dapat melihat. Ada seorang perempuan muda, pasangan suami isteri muda, dan seorang engku tua yang kesemuanya memiliki suara indah. Namun sayangnya tak seorangpun nan mengabaikan, perhatian lebih tertuju kepada kerumunan.

Di perjalanan kembali ke hotel Engku Peppy berujar sambil bergurau “Tak risaukah orang tua mereka melepas anak gadis mereka keluar malam hingga selarut ini..?” yang kami tanggapi dengan gelak tertahan bersama Engku Sule.

Perjalanan kami akhiri dengan duduk bersila di tempat pedagang kaki lima yang terletak tepat di hadapan hotel kami. Engku Peppy dan Sule memesan jeruk dingin sedangkan kami memesan limau panas. Sudah lain rasanya kerongkongan ini, agaknya tanda-tanda hendak sakit.

Pedagang kaki lima di bandar ini dikenal dengan pedagang Angkringan, dengan gerobak sama yang kami dapati di negeri kami hanya saja terdapat perbedaan pada beberapa hal saja. Ciri khas mereka ialah tidak menyediakan bangku dan meja melainkan lapik[1] plastik yang dikembangkan lalu para pelanggan akan duduk disana. Lebih murah tak keluar banyak modal dan lebih banyak pelanggan yang dapat ditampung.

__________________________

Catatan Kaki:

[1] Tikar

Advertisements

6 thoughts on “Melancong malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.