Penyidik Dee

Selama ini filem nan mengisahkan penyidik[1] hebat yang kami kenal hanya dibuat oleh orang Amerika dan Inggris, serta kini Korea dan Jepang. Sangat menarik hati kami menonton filem penyidik nan dibuat oleh orang Cina apalagi kisah berlakunya ialah ratusan tahun nan silam.

Penyidik Dee: Empat Raja Surgawi merupakan seri ketiga apabila dilihat dari peluncurannya sedangkan seri kedua apabila dilihat dari urutan cerita ketiga filemnya. Mengisahkan seorang penyidik yang teguh hati serta tinggi kesetiaannya kepada negara (Kepada negara bukan kepada pemimpin negara[2]). Pernah dipenjara karena fitnah oleh induk semang yang melakukan tindakan korupsi, ia difitnah karena melaporkan pejabat korup tersebut. Berkat jasa baik seorang pejabat tinggi di kerajaan ia mendapat rekomendasi untuk bekerja bagi pemerintahan pusat. Itu cerita pada seri kedua.

Pada seri ketiga ini, mengisahkan kecemburuan Sang Ratu kepada Dee sebab ia mendapat hadiah dari kaisar berupa pusaka Tongkat Penjinak Naga yang merupakan perlambang penegakkan hukum yang adil. Ratu khawatir Dee akan menjadi batu sandungan bagi dirinya. Sedangkan di pihak lain Suku Zhanbojia[3] juga mengincar tombak ajaib itu. Suku Zhanbojia merupakan suku penyihir dari India yang dibawa ke Cina dan berjasa dalam mendirikan Dinasti Tang. Oleh Kaisar Dinasti Tang mereka diberi gelar Kesatria Angin. Namun setelah kekuasaan sang kaisar kukuh, para anggota suku ini diburu, disiksa, dan dibunuh serta ditato wajahnya.

Demikianlah, seri ketiga ini cukup menarik bagi kami. Walau sedih, Dee melepaskan Yin Ruiji, perempuan yang ditaksirnya pada seri kedua dan tak pula mendapatkan kekasih di seri ketiga ini, kemudian di seri pertama yang merupakan kisah ketiga ia kehilangan Shangguan Jing ‘Er, perempuan yang mencintainya. Seperti perkataan Jing ‘Er pada Dee

“Penyidik Dee, Engkau ini sungguh menyedihkan. Dunia ini begitu luas, namun kau tak bisa muat di dalamnya. Mengapa semua orang ingin membunuh mu?”

(Jing ‘Er dalam Detective Dee. Mistery of the Phantom Flame. 2010_01:29:12)

Ketika mendengar Jing ‘Er mengucapkannya tatkala menahan sakit karena dua tombak menembus badannya, seolah-olah perkataan itu ditujukan kepada kami.

______________________________

Catatan Kaki:

[1] Detektif
[2] Nasionalis kata orang sekarang, kesetiaan tertinggi ialah kepada negara, bukan kepada pemimpin. Karena apabila seandainya pemimpin itu berbuat zhalim (tidak lagi dalam jalan aturan yang berlaku) maka tak patut untuk dipatuhi. Seperti pepatah orang Melayu “Raja Adil Raja Disembah – Raja Lalim Raja Disanggah”
[3] Kami sudah berusaha mencari nama suku ini di internet tapi tak bersua. Sudilah kiranya tuan beritahu kami.

Advertisements

3 thoughts on “Penyidik Dee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.