Janji itu..

Picture: https://www.zerochan.net

Terkenang dengan masa kanak-kanak dahulu, suka mengambil muka dan menarik perhatian orang. Gelak keras-keras agar orang tahu keberadaan kita, bergelut dengan kawan tak tentu tempat, menjahili dan mengusili kawan sama gedang agar mereka tahu dan menyadari perihal keberadaan kita.

Demikianlah, suka dengan perhatian, ingin diakui, dan tergila-gila dengan pujian..

Terkenang dengan masa kanak-kanak dahulu “Apabila nilai rapor engkau bagus, mamak bawa ke gedung besar di tengah bandar itu..” janji salah seorang mamak kami “Engkau belum pernah melihat janjang berjalan bukan?” bujuknya “Kawan mamak ada kerja disana..” imbuhnya lagi.

Tentulah senang bukan main hati kami dan adik kami, orang kampung macam kami mana pernah masuk gedung besar berlantai lebih daru dua. Dan janjang berjalan telah lama kami dengar perihalnya. Orang kampung nan punya uang acap memperbincangkan pengalaman mereka pergi berbelanja ke pasar yang terletak di dalam gedung besar itu.

Namun, janji itu tinggal janji saja, mamak kami tiada pernah menepati. Acuh dan bersikap seolah-olah tak pernah mengucapkannya. Sedih dan geram hati kami, saat kami tuntut kepada bunda, bunda berdalih bahwa kawan mamak kami tak bekerja disana lagi. Padahal orang kampung kami, walaupun tak ada kenalan nan bekerja disana tetap dapat masuk ke dalam gedung besar itu.

Rupanya pengalaman serupa terus berulang beberapa kali dalam kehidupan kami. Kami saja nan pandir tak menyadari, lebih parah dari keledai dungu, sebab keledai dungu takkan terperosok ke dalam lubang nan sama untuk kedua kalinya.

Tak hanya kami, banyak orang di negeri ini mengalaminya. Setidaknya tiap lima tahun sekali mereka berhasil dengan manis masuk ke dalam karung. Dan sebelum masa lima tahun itu datang, kami dapati salah seorang kawan kami mengalami hal nan serupa. Terlalu percaya dan sangat besar keinginan untuk mendapatkan apa nan diimpikan selama ini. Ada orang nan menjajinjikan maka ia langsung percaya. Lupa ia, orang nan cepat berjanjia maka ia cenderung melanggar janjinya itu.

Semoga saja kawan kami itu diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah Ta’ala. Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.