Kuli Bengak

Picture: http://hdcellphonewallpaper.blogspot.co.id

Tersebutlah seorang kuli, ia pandai dalam pekerjaan, apapun nan disuruhkan oleh para induk semang dapat dilakukan olehnya. Mengangkat barang ke lantai paling tinggi, pandai ia. Memasak makanan di dapur, ahlinya ia. Memancing ikan di tebat[1], cukup dengan memicing mata saja maka ikan akan tumpah ruah dalam ember. Menjahit baju nan koyak, tahulah ia. Menjinakkan kuda nan sedang gusar, usah ditanya lagi. Teregak hendak makan air kelapa muda, setinggi apapun batang kelapa tiada gamang ia.

Demikianlah, apabila ditanya tahu ia jawapannya. Disuruh menulis surat, lebih bagus tulisannya daripada engku juru tulis. Datang Tuan Kompeni memeriksa, pandai ia bercakap Belanda. Disuruh membereskan pembukuan, tuntas olehnya.

Namun, ia bengak sangat. Tak semua induk semang senang akan dirinya, tak semua kuli suka padanya. Sudah jelas diperdaya, ia diam. Sudah tahu ada nan menjahili, ia acuh. Ada nan membohongi, ia percaya.

Ibarat kuda beban, setelah tenaganya dipakai ia disuruh mencari rumput sendiri. Induk semang tak hendak mencarikan rumput. Bahkan, hamba nan pandir ini pernah mendapati seorang pemilik kuda beban melecuti kudanya nan tengah berjalan, padahal jalan kudanya tiada lambat. Hanya suka saja, apalagi jika berselisih dengan orang di jalan maka Sang Tuan akan semakin menjadi-jadi memperlihatkan kuasanya.

Demikianlah kiranya Kuli itu, serupa Kuda Beban. Atau, menurut kami lebih buruk lagi nasibnya dari pada kuda itu.

_______________________

Catatan kaki:

[1] Kolam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s