Tak ada nan setia

Picture: https://wallpaperclicker.com

Bodoh lagi pandir, tiap hari mencoba untuk tergelak menikmati hari. Berpura-pura senang dan bahagia padahal bathin meratap menahan pilu. Sering cemburu dengan kawan, karena mereka selalu mendapat senang dan suka dari orang lain. Cinta tertumpah kepada mereka, kasih dan sayang acap tak tertampung saking melimpahnya nikmat Khalik nan satu itu.

Pencemburu, itulah agaknya ia. Suka berharap balasan atas amalan nan diberikan, tiada ikhlas dengan jerih nan telah dikeluarkan. Suka lupa kalau awak hanyalah seekor semut di tengah rimba. Binatang lain banyak nan lebih gedang, lupa mengukur bayang-bayang, apakah sepanjang badan atau tidak.

Tiada berkawan, berjalan berkeseorangan. Ada nan datang mengawani, namun itu sekejap saja. Tiada nan tahan berlama-lama, seolah-olah diri itu mengeluarkan bau tak sedap nan membuat orang tak tahan berdekatan terlalu lama. Hanya orang nan miring otaknya dapat bertahan bersama dengan dirinya.

Cinta telah pergi, belahan jiwa telah dirampas. Para pembela telah pergi, musuh sedang mengintai menanti. Menentukan masa bila hendaknya, hantaman terakhir dilepas agar tiada bangkit lagi.

Tak ada nan abadi, kecuali cinta ayah bunda nan selalu menanti. Menanti biduk kebahagiaan menyambangi si buyung nan tak pandai bergaul berhati-hati.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.