Suasana Hati Hari Ini

Telah lama kami unduh, namun baru semalam ditonton. Sebuah filem asal Negeri Gingseng nan berjudul Suasana Hati Hari Ini. Pada awalnya, kami tertarik dengan filem nan satu ini  bukan karena cerita atau filem itu sendiri melainkan karena pelakon utama perempuannya Nona Moon Chae Won yang kami dapati lakonnya di filem seri Fikiran Penjahat. Tatkala awal mula melihat penampilan dan lakonnya di filem tersebut kami sudah jatuh hati. Seorang perempuan berwajah murung, jarang sekali tersenyum, memiliki seorang anak nan mesti di asuh serta dengan masa lalu nan penuh duka.

Namun di filem Suasana Hari Hari Ini, Nona Moon memainkan tabi’at nan berlainan. Seorang perempuan pekerja nan telah 10 (sepuluh) tahun menjalin kasih dengan seorang laki-laki. Pada hari itu – hari penting dimana filem ini memulai kisahnya – ia mendapat kabar bahwa salah seorang kawan karibnya akan segera menikah dengan Cinta Pertamanya tatkala sekolah dahulu. Remuk redamlah hatinya itu.

Harus kami akui, senyuman Nona Moon Chae Won sungguh memikat hati..

Hari itu ialah hari nan aneh, pagi-pagi sekali kepalanya kena hantam oleh bola keranjang, sehingga ia tersungkur di jalur pejalan kaki tatkala menuju kantor. Akibatnya, mantel musim gugurnya terkena tumpahan air kopi nan dibawanya, demikian pula sepatunya. Itu baru permulaan, nan kedua ia mesti mendapat kabar perihal pernikahan kawan karibnya dengan cinta pertamanya semasa bersekolah.

PIcture: http://boxasian.com

Ketiga, dalam perjalanan menuju Bandar Busan dengan kereta api, ia mendapat kawan bersebelahan tempat duduk yang amatlah kurang ajar. Seorang laki-laki yang tanpa diketahuinya ialah jahanam yang tanpa sengaja bola keranjangnya menghantam kepala bagian belakangnya tatkala berjalan di jalur pejalan kaki pagi itu. Tuan Kim namanya, masih muda sama dengan dirinya hanya terpaut beberapa tahun saja mungkin usia mereka[1]. Layaknya laki-laki jahanam nan tak dapat melihat perempuan semok bin bohay maka mulailah Tuan Kim melakukan pendekatan untuk dapat mengambil hati Nona Bae.

Itulah nan ketiga, nan keempat ialah dengan kurang ajar dan tak tahu sopan santun sama sekali Tuan Kim berterus terang berkata hendak kawin dan menghabiskan malam dengan Nona Bae. Hal mana tak patut diucapkan oleh seorang laki-laki berpendidikan dan terhormat seperti yang tampak pada penampilan dari Tuan Kim tersebut. Nona Bae amatlah gemas dan marah ia. Hal tersebut merupakan penghinaan dan pelecehan terhadap dirinya sebagai perempuan terhormat.

Nan Keempat nan paling menjemukan. Karena Nona Bae mesti mengenyampingkan harga dirinya sebagai seorang perempuan. Tuan Kim nan telah didiamkannya terpaksa diajaknya kembali bercakap hanya demi mendapatkan perjanjian dari Tuan Kang Chul, seorang pemain bola keranjang yang merupakan anak didik Tuan Kim. Nona Bae bekerja pada sebuah perusahaan yang menjual peralatan bersolek dan pemain basket tersebut merupakan sosok nan cocok untuk mengiklankan barang-barang buatan dari perusahaannya. Akibatnya ia terperangkap melakukan perjalanan berdua dengan Tuan Kim dimana benih-benih kasih mulai tumbuh dan perlahan-lahan bersemi di hati mereka berdua.

Kelima, menghabiskan waktu berdua sepanjang hari, malam, dan sampai keesokan harinya merupakan bencana sebab apabila dua orang anak Adam berlainan jenis menghabiskan waktu berdua maka nan ketiga diantara mereka ialah Syetan. Dan terbukti, Nona Bae akhirnya terbujuk oleh rayuan syetan. Dia nan amat murka tatkala mendapat ajakan kawin dan langsung ditolaknya ajakan tersebut, namun pada akhirnya dia pulalah nan kembali mengingatkan ajakan tersebut dan menyetujuinya. Maka terjadilah ia perkawinan itu.

Sungguh perempuan benar-benar makhluk aneh dan ghaib, tiada nan dapat menerka apa nan terkandung dalam hati mereka nan terdalam. Dalam menggeleng ia mengangguk, geleng hendak, angguk tak hendak.[2]

 

_____________________________

Catatan kaki:

[1] Dalam kehidupan nyata Nona Moon Chae Won nan memerankan Bae Soo Jung lahir pada tahun 1986 sedangkan lawan mainnya Tuan Yoo Yeon Seok yang memerankan Kim Jae Hyun lahir pada tahun 1984.
[2] Pepatah aslinya: Angguak-anggan, geleng-amuah artinya Angguk-enggan, geleng-mau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.