Pengendara & Hujan

Picture: https://www.terragalleria.com

Sebenarnya apa nikmatnya membawa onda[1] sebab banyak kami dapati orang yang suka kencang-kencang membawanya sambil badan diteleng-telengkan serupa pembalap onda di tipi-tipi itu. Tak hanya lelaki dewasa, kini zaman telah berubah, kanak-kanak nan masih memakai sarawa pontong[2] serta kaum perempuan sangatlah lajunya apabila membawa onda.

Pada petang hari itu barulah kami rasakan nikmatnya (sensasinya kata orang sekarang) tatkala membawa onda dari Bandar Padang menuju Bukittinggi dengan dikawani hujan yang amatlah dinginnya. Tangan kami sampai membiru dibuatnya dan badan menggigil serupa orang demam parah.

Labuh raya dari Padang menuju Bukittinggi terkenal karena sering macet, segala macam kendaraan lalu di labuh itu. Onda, Oto[3] pribadi, bus, truk, hingga truk beroda 12 kesemuanya campur baur. Di petang harinya labuh raya nan menghubungkan kedua bandari itu terkenal dengan banyak ranjau, itulah ia segala kendaraan nan gedang-gedang itu, lajunya serupa siput.

Malang bagi pengendara oto, mereka mesti mengekori truk-truk besar itu sembari menanti jalur lawan benar-benar aman. Sedangkan bagi pengendara onda macam kami, tiada masalah, asalkan tak berselisih dengan truk besar maka para pengendara onda dengan mudahnya melaju memotong kendaraan lain atau menyisip dari arah kanan ataupun kiri. Disinilah sensasinya, kecepatan, perhitungan, ketangkasan, dan kemantapan hati sebab kalau ragu baiknya usah dilakukan.

Petang hari itu, perasaian kami ditambah dengan hujan nan tiada putus. Jas hujan nan kami pakai sudah basah kuyup dan air telah meresap sampai ke baju kami. Dingin semakin menjadi tatkala memasuki kawasan Lembah Anai hingga sampai di rumah.

Bersama kami, banyak pengendara onda yang mengalami perasaian serupa, salah satunya nan kami sadari ialah seorang perempuan pengendara skuter yang telah bernasib serupa dengan kami semenjak dari Lubuak Aluang[4]. Mulanya ia selalu di belakang kami tatkala kami berhasil menuntunnya memotong sebuah truk besar namun kemudian tatakala bersua labuh yang lengang, ia memacu kendaraannya dengan kencang.

Amboi encik itu, di hari hujan dimana jarak pandang berkurang, ia berkendara serupa di keadaan normal. Memanglah jalanan agak lengang karena hujan memaksa beberapa pengendara menepi. Selepas itu beberapa kali ia berhasil kami dahului, tak hendak kalah kami dengan perempuan, malulah awak ini jantan. Si encik memang hebat dalam kecepatan namun tiada demikian dalam mencari celah untuk memotong truk besar.

Di Sicincin[5] ia berhasil kami dahului dan tak lagi muncul-muncul sampai tiba di perbatasan Bandar Padang Panjang dengan Tanah Data[6]. Sebab dari Sicincin hingga Lembah Anai jarak antar truk besar semakin rapat. Dari plat nomor kendaraannya[7] kami ketahui dia berasal dari Padang Panjang dan dia sudah tak sabar hendak tiba di rumah.

Untung kami memakai onda, kalau dengan oto tentulah sudah hampir tengah malam kami sampai di rumah. Tapi dinginnya hari benar-benar minta ampun kami, lebih baik mengendarai oto.

 

__________________

Catatan kaki:

[1] Motor

[2] Sarawa (celana) pontong (potong), maksudnya ialah celana pendek. Zaman kini celana pendek tidak lagi identik dengan kanak-kanak dan mereka sudah banyak pula yang memakai celana panjang dalam keseharian.

[3] Mobil

[4] Berjarak 40.9 Km utara Padang

[5] 52,9 Km utara Padang/ 26, 1 Km selatan Padang Panjang/ 45,2 KM selatan Bukittinggi

[6] 16,6 Km Utara Sicincin dan 9,8 Km dari Padang Panjang

[7] Kode nomor polisi (bagian belakang setelah angka) di Sumatera Barat: L= Bukittinggi, N= Padang Panjang, Padang= A,B,R, Payakumbuh= M, Lima Puluh Koto= C, X, Pariaman (Kota) = W, Padang Pariaman (Kab)= F, Solok (Kota)= P, Solok (Kab)= H, Solok Selatan (Kab)= Y, Sawahlunto= J, Tanah Data= E, Pasaman= D, Pesisir Selatan = G, Sijunjung=K, Dharmasraya= V.

Advertisements

3 thoughts on “Pengendara & Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.