Pekan nan Besar

Picture: http://facweb.cs.depaul.edu

Kingslanding, kalau boleh meniru Game of Throne merupakan tempat paling menawan di seantaro negeri. Pusat dari segalanya, ibu negeri, wajah dari republik yang menjadi perlambang kejayaan. Jalanan nan ramai lagi sibuk, kendaraan nan tiada putus berlalu lalang, orang-orang nan ramai hilir mudik, serta berbagai gedung-gedung besar dan tinggi menghiasinya.

Demikianlah kiranya ia,

Tuan-tuan nan rupawan, puan-puan nan bersolek, encik-encik nan molek lalu-lalang berjalan bergandengan tangan, ataupun membawa anak. Perempuan-perempuan nan terpelihara, kuning langsat, putih bersih dengan wajah bersih bak mandi susu. Lengan nan putih, leher nan jenjang, bibir nan merah, dan paha bak pualam. Adapula nan memakai baju berdada rendah atau nan singkat tak sampai menutup pusar, rok singkat, celana sempit,  serupa perempuan-perempuan di tipi itu. Rambutnya diwarnai, pirang merupakan warna kesukaan orang Melayu di republik ini.

Pekan mereka sangat besar, bersih, harum, bertingkat banyak sekali. Kalau hendak masuk mesti diperiksa dahulu oleh para penjaga. Tak terbayang oleh kami apabila di kampung diberlakukan pula hal semacam itu, tentulah geram induk-induk[1] dibuatnya. Adapula orang nan selalu tegak-tegak di pintu masuk “Selamat datang tuan..” demikian katanya. Bah, di kampung tak ada penjaga tak ada pula nan menyambut orang datang ke pekan.

Di luar pekan itu, tepatnya di seberang jalan, terdapat gerobak-gerobak tempat orang menjual makanan murah. Rupanya tak semua orang dapat membeli makanan nan dijual di dalam pekan itu. Tak semua orang nan datang membawa oto[2] bersama sopir sebab diluar banyak ojek dan bemo menanti.

Layaknya kami, pastilah ada nan sekadar masuk untuk menukar pemandangan, melihat puan dan encik semok berpakaian ketat dan serba singkat itu. Apalagi kulit mereka putih-putih, sungguh ajaib, bagaimana orang-orang itu sampai memiliki kulit sebagus itu. Kata orang berkat Rumah Cantik, ya Rumah Cantik dapat membuat seorang perempuan tampak lebih muda, lebih menarik, lebih menawan, dan lebih menggemaskan kaum lelaki. Apalagi kalau tampak seorang laki-laki nan memegangnya (apakah itu laki atau sekadar kekasih) maka terbitlah iri disekalian hati para lelaki nan memandang itu.

Di luar dari bangunan gedung itu, banyak orang nan makan di tempat murah, tak berkendara, hidup dari tempat sampah, menjual makanan keliling dan lain sebagainya.

“Ah, orang kaya mah kerjanya belanja mlulu..” demianlah ujar seorang tukang ojek tatkala kami melintas saat keluar dari gedung pakan itu. Kami hanya tersenyum dalam hati, setahun gaji kami akan habis dalam hitungan jam di pakan nan megah itu.

____________

Catatan Kaki:

[1] Ibu-ibu

[2] Mobil

 

Advertisements

2 thoughts on “Pekan nan Besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s