Dendam & Sengketa

Picture: http://cdacollaborative.org

Kita keluarga, keluarga acap bersengketa…

Maka bermulalah pertikaian itu, adik dan kakak saling memburu, melepas kesam serta cemburu. Masing-masing beranggapan dialah nan telah tertipu, oleh kasih sayang yang disangka madu. Demikianlah mereka bertingkah laku, tak seorangpun hendak mengaku karena kusumat yang sedang mengharu biru.

Si kakak geram kepada sang adik karena dipandang terlalu bertingkah. Si adik kesal kepada kakak karena meanggap terlalu banyak perintah. Si kakak kesal lalu acap memberi muka kurang ramah. Si adik marah karena selalu kena marah. Si kakak bercakap tiada lagi berusuara rendah, si adik merana karena apa yang dikerja selalu salah.

Itu semua karena mereka kurang bercakap, tiada lagi bertukar kabar dengan acap, memendam cemburu nan teramat gelap.

Adik menyangka si kakak tiada lagi kasih dan cinta, acap mendiamkan saja, tiada pernah lagi bertukar kabar berita. Apabila bergurau dengan kawan nan disana, sedangkan si adik menanti dengan penuh rindu nan membara. Telah berubah kiranya hatinya, si kakak agaknya telah lupa, kerna apabila ada suka maka dibaginya dengan yang bukan dirinya. Si adik, lari ke dalam air matanya.

Maka itulah ia kusumat nan terpendam, dalam hati yang telah lama menyimpan dendam. Si adik menyangka telah mendapat tempat untuk berdiam, rupanya benar, berdiam bersendu sendan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s