Kuda Pelajang Bukit

Picture: https://us.123rf.com

Induk semang yang baik itu bukan yang memerintah ini-itu, marah apabila tak dituruti, kesal apabila melihat kesalahan, atau menuntut anak buahnya untuk memberikan prestasi yang dapat dibanggakannya kepada pejabat yang berada di atasnya melainkan seorang pemimpin yang berlapang dada kepada setiap kekurangan yang engkau miliki, bersabar atas semua silap nan engkau lakukan, dan memberi pengajaran perihal perkara-perkara nan tak engkau ketahui.

“Itu hanya ada di dalam mimpi..” jawab Si Palindih

“Bukan, hanya belum tersua saja oleh kita..” jawab Lenggang Alam

Demikianlah kedua orang kawan karib itu bersengketa perihal induk semang nan semakin menjadi-jadi saja perangainya. Nyinyir, hendak dituruti apa katanya, tak hendak melihat silap sedikitpun, dan lain-lain perkara.

Namun nan membuat sakit hati Si Palindih ialah tatkala ia disuruh mengikuti perlombaan berlari di dalam sawah, maklumlah itu lomba diadakan setiap tahun di bulan delapan ini. Tatkala ia menang melewati babak penyisihan, si induk semang datang memuji-muji sembari memberi semangat kepada dirinya.

Namun tatkala memasuki babak perempat final ia terjerembab ke dalam lunau, basah kuyuplah badannya dengan air coklat itu, bergulimang lunaulah badannya, tak lupa muka dan rambutnya ikut menjadi korban. Mendapati anak buahnya kalah, si induk semang balik kanan bersama seorang mandor meninggalkan gelanggang perlombaan.

“Cis, tatkala ada jerih awak nan diharapkannya tak tanggung manis mulutnya, begitu tak didapat apa nan dikehendakinya, langsung pergi tanpa bercakap..”

Terkenang kami dengan perumpamaan nan dibuat oleh Buya Hamka perihal lelaki Minangkabau, tatkala muda menjadi kuda palajang bukit, begitu tua tercampak ke surau buruk. Ketika masih muda tenaganya dipakai, dimanfaatkan, digunakan, dan dituntut untuk memberi kemakmuran kepada keluarga. Begitu muda berlalu dan tua menjelang, anak tak mau kamanakan tak hendak, akhirnya tercampak ke surau atau ke dengau[1] buruk.

_______________________________

[1] Dangau, pondok

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s