Si Jahanam

Picture: http://i0.wp.com/www.psst.ph

Senyuman engkau duhai menawan, hati daku tertawan di dalam kurungan, sungguh engkau bukan kepalang, daku terbang ke angan-angan. Siapa nan dapat daku salahkan, engkau nan rupawan atau senyuman engkau nan jahanam.

Berbunga-bunga hati kawan, dikiranya engkau menaruh harapan, kepada dirinya nan seorang. Itulah penyakit para bujangan, sangat mudah digunakan oleh gadis rupawan.

Namun apa hendak dikata kiranya tuan, disangka kawan ia masih seorang, rupanya dirinya telah berkawan. Hendak menuju ke pelaminan, menanti pinangan nan akan datang, menunggu harapan nan dipendam, menjemput tanggal bilangan.

Tergelak ianya kawan, disangka awak nan akan meminang, rupanya datang kumbang dari seberang. Berharta lagi berjabatan, elok rupa lagi rupawan, berjalan di atas awan, memerintah selingkaran, maklumlah tuan bukan orang buatan.

Itulah ia kiranya kabar seorang kawan, awak menumpang saja kiranya tuan. Sungguh elok bunga di halaman, elok dipandang kurenah kampung halaman, tak boleh dipetik agak segenggam, ianya milik Nan Dipertuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s