Keseorangan

PIcture: https://encrypted-tbn0.gstatic.com

Bulan purnama di atas awan, apa kabar engkau gerangan? Telah lama taku tak perhatikan, sungguh beruntung daku gerangan kerna menatap wajah engkau sungguh menyenangkan. Ada cinta nan tak terberikan kepada yang disayangkan. Usah engkau cemburu duhai bulan, kerna cinta ku sungguh tak terperikan, hanya kepada engkau seorang daku ungkapkan.

Alangkah cantiknya engkau duhai malam, berselimutkan awan dan bintang gemintang. Sungguh indah dalam angan-angan namun tak demikian nan dihadapan. Tersurut langkah sepenggalan, terpaku pandangan sejurusan, terkatup bibir nan dua bilangan. Apa hendak dikata, daku hanyalah orang buangan nan bermimpi kesiangan.

Duhai malam duhai bulan, janganlah engkau pergi meninggalkan daku seorang. Sungguh takut datang menyerang kerna tiada berkawan diri nan seorang. Daku takut kehilangan apabila berjalan beriringan, sebab tak selamanya berkawan, akan datang masa berseberangan. Ditinggalkan kawan kerna tak sepaham, ditinggalkan kawan kerna terlalu berlebihan. Sungguh daku tiada tahu takaran, bila sungguhan bila itu gurauan.

Disuatu malam menjelang waktu Isya, hari ke tujuh bulan delapan masehi di malam bulan hampir penuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s