Kalian Diamkan Saja

Picture: https://psmag.com

Tak berarti itu ketika orang-orang mengabaikan engkau, tak hirau akan segala nan berlaku pada diri engkau, dan diam saja tatkala engkau membawa mereka untuk bercakap-cakap. Tahukah kalian rasanya? Serupa termakan buah pala dalam gulai, nikmat terasa namun tiba-tiba rasa pahit bercampur pedas serta menyengat tiba-tiba menyeruak. Lintang pungkang tegak berdiri guna memuntahkan apa nan termakan. Nan paling malang, dikeraskan jua hati memakannya karena tak ada tempat untuk memuntahkannya.

Memanglah nan menilai diri itu orang lain, nan punya badan tak dapat menilai diri sendiri. Disangka baik, dikira elok namun pada mata orang buruk sangat. Orang bergunjing di belakang punggung, menertawakan di sebalik badan. Tiada hendak memberi tahu, diam mereka itu pertanda kebencian.

Hancur hati di kandung badan, elok sangat namun tak mengena. Manis wajah tak mendapat tempat, merdu suara tak mendapat jawab, ringan tangan tak mendapat terima, cepat kaki tak berarti apa-apa.

Silahkan dibantu kami tak meminta, kata mereka. Dalam hati tentunya.

Sering engkau bertanya-tanya, tak adakah kawan daku di dalam hidup ini?

Terima kasih sudahlah cukup, senyuman-alangkah senang, jawapan-sangatlah riang. Namun itu hanyalah angan-angan, karena penyakit lama sudah kembali menjangkit sebab musabab telah terpenuhi. Manusia tiada yang ikhlas, dipenuhi hasad dan dengki, mesti engkau nan mengalah dan memperbaiki sebab manusia itu tiada akan peduli.

 

Suatu hari di bulan delapan sebab si hasad disangka kawan..

 

Advertisements

2 thoughts on “Kalian Diamkan Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s