Daku

Picture: https://1.bp.blogspot.com

Daku ialah si pembenci, yang dipenuhi kesumat hati, dengan dendam tiada terperi, berjalan di jalan sendiri, tiada hendak berbagi, apalagi memahami.

Daku, adalah si acuh nan selalu diam, tak peduli dengan kicauan alam, apa dikata daku pendam, kelak akan daku hantam.

Daku ialah si keras hati yang tiada hendak faham, apa orang kata daku diam, tak peduli badai nan akan datang, daku kan diam bertahan.

Daku juga si penakut lagi pengecil hati, mudah tersurut melangkah kaki, apa dikata orang tak peduli, demikianlah hari-hari, penuh dengan duka tak terperi.

Dan, daku ialah si pendendam si peiba hati, selalu terdiam berkecil hati, serupa kanak-kanak penyendiri, tak hendak menerima apa nan terjadi, selalu geram tak terperi, kesal tiada henti. Tiada lupa dengan yang terjadi, bersabar menanti-nanti, kelak akan terbalasi.

Namun daku juga si perindu peiba hati, si pecinta nan selalu tersakiti, tiada kata nan dapat mewakili, karena tuan takkan peduli.

Usah tuan heran, usah pula tuan fikirkan. Ini hanyalah ungkapan hati dikala hujan, di tengah hari nan sebelumnya kelam. Hujan nan sebentar menghampiri alam, di hari pertama di bulan delapan, di gedung berlantai dua, di ruangan lapang yang tinggal daku seorang.

Kami akhiri dengan salam, harap tuan jangan heran..

Advertisements

2 thoughts on “Daku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s