Pahit belum tentu tak berarti

Picture: Instagram

Pernahkah engku memandang ke masa lalu dan menghisab-hisab diri. Adakah engku mengumpat dan menyesal dalam hati akan segala kesalahan dan kesia-sian yang telah engku lakukan pada masa lalu? Adakah engku berkata “Sungguh daku telah menyia-nyiakan masa muda daku, kalau daku tahu, maka akan daku lakukan dan daku capai apa nan tak tercapai sekarang..”

Kami pernah mendengar bahwa banyak orang nan telah berumur tua menyesali masa muda mereka yang mereka pandang telah tersia-siakan. Kurang giat bekerja, kurang banyak beramal, dan kurang ini dan itu.

Patutlah dalam agama kita disebutkan bahwa Allah Ta’ala sangat menyayangi orang muda nan rajin beramal dan beribadah. Tatkala ditanya oleh kawan “Bukankah orang tua lebih rajin beribadah daripada kami tuanku[1]?”

“Ya, pantas demikian karena mereka sudah berada di waktu magrib..” jawab tuanku

Kawan kami heran, lalu dijelaskan oleh nan lebih licin otaknya “Maksud tuanku, orang tua itu sedang diintai Malaikat Izrail maka wajarlah mereka mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk modal mereka nanti..”

Namun ada jua dengan

__________________

Catatan Kaki:

[1] Panggilan ulama di Minangkabau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s