Lupa diri

Picture: Instagram

Teringat dahulu masa masih pandir-pandir seorang kawan berkata “Engku itu orangnya tegas, bukankah demikian kawan?” kami tiada sependapat dengan dirinya.

“Manalah tegas, taklah, keras-keras tak berketentuan ia itu..” jawab kami

“itu nan tegas..!” balas kawan kami.

Kamipun terdiam karena tak dapat menjawab, bertahun-tahun selepas itu kami baru mengetahui perbedaan keras, tegas, dan kasar.

Tak hanya orang yang mengekor saja yang tiada dapat membedakan ketiga macam hal tersebut, orang yang kemudian muncul sebagai pemimpin, pengetua, induk semang, atau lain sebagainya juga tiada pandai membedakan hal tersebut.

Dalam pandangannya, pengetua itu mesti dituruti, dibenarkan, diiyakan, tiada boleh disanggah. Demikianlah sehingga cenderung memaksakan kehendak, tiada hendak mendengar pandangan lain, dan tak memiliki rasa hormat kepada orang yang dianggapnya berada di bawah kekuasaannya.

Bak kata orang tua-tua dahulu nan kaya nan memakan, nan cerdik nan pemperdayai, nan berkuasa nan semena-mena. Itulah sekarang, semoga kita semua dijauhkan dari perakra-perkara nan demikian.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s