Jauh dimata dekat di hati

PIcture: http://frontiersmag.wustl.edu

Petang hari nan cerah di tempat kerja kami, seorang kawan kami dapati sedang rusuh hatinya. Rupanya ia sedang terkenang dengan si sibiran tulang nan jauh disana. Takdir telah memisahkan mereka, sekuat apapun ia berusaha untuk terlihat tenang dan kuat namun pada pandangan matanya itu terlihat juga kepedihan mendalam nan telah ditanggungnya himpunan masa.

Disini, ia berkawan dengan seorang kanak-kanak, amat dekat perhubungan mereka. Segala kasih dan sayang nan tiada dapat tertumpahkan selama ini, kini ditumpahkannya. Si kanak-kanak bertanya “Umur berapakah anak pakcik? Serupa apakah mukanya?”

Kawan kami nan telah lemah ini menjawab bahwa umurnya masihlah belum genap dua tahun, dan diapun memperlihatkan video si sibiran tulang yang selama ini disimpannya dalam telpon genggam miliknya “Wah, elok rupa anak pakcik, masih kecil ia..” seru si bujang kecil itu.

Tersenyum sedih ia, di pandangnya kami dan kamipun tersenyum menambahkan hatinya. Kami telah cukup tahu selama ini perasaian hidupnya, dan faham arti pandangan dirinya kepada kami.

Itulah salah satu kisah di hari raya, adakah engku, rangkayo, serta encik sekalian dapat bersua dan berkumpul dengan yang terkasih?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s