Sedih atau Bahagia

PIcture: http://cdn.asriran.com

Kata tuanku[1] nan mengaji di surau kita mesti menyambut Aidil Fitri dengan hati riang gembira karena ianya ialah Hari Kemenangan.

Kesah kawan kami “Risau hati ini tatkala berada di penghujung bulan ramadhan, berat nian untuk berpisah..”

Kami heran, dapatkan kawan kami ini merasakan kebahagian di satu Syawal nanti?

Kami dapati ia bermuram durja, serupa seorang pecinta nan ditinggal oleh kekasihnya. Tiada satupun senyum terulas di wajahnya, keruh air mukanya, serta kusut masai wajahnya.

Lain lagi perangai kawan kami nan lain, sibuk berbelanja dia ke pasar “Ada kedai baru nan menjual segala pakaian, tas, terompah, serta sepatu dengan harga murah kawan. Beli lima dapat harga grosir..” katanya

Ada pula nan sibuk bersih-bersih, rumah dibersihkan hingga ke setiap sudut, apabila ada kaca maka ia lap sampai mengkilap hingga kita dapat bercermin padanya. Onda[2] dan oto [3] dibasuh sebersih-bersihnya, segala kerak nan melekat kalau dapat lepas hendaknya.

Kalau induak-induak[4] asyik di dapur membuat kue dan aneka masakan untuk menjamu tetamu yang datang berziarah ke rumah di hari raya nanti.

Demikianlah suasana menjelang hari raya di kampung kami..

______________________

Catatan Kaki:

[1] Syekh, Kiyai

[2] Motor

[3] Mobil

[4] Ibu-ibu, emak-emak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s