Kartu Hari Raya

Picture: http://media.suara.com

Esok kita berhari raya, telah ramai rekaman suara takbir diputar orang, apabila telah tiba di penghabisan maka akan terasa cepat nian waktu itu berlalu. Lain dahulu semasa dipermulaan “Duhai, masihkah lama hari raya ini?” demikianlah engku, rangkayo, serta encik berteriak dalam hati. Kalau keras-keras berteriak malulah.

Kini orang mulai sibuk mengucapkan selamat berhari raya di jejaring sosial. Bermacam ragam cara mereka mengirimkan selamat hari raya itu. Ada yang ala kadarnya, ada yang memakai bantuan aplikasi, ada yang mencari dan mengunduh gambar di internet, serta lain sebagainya.

Dahulu semasa kanak-kanak, kami acap berkirim dan menerima Kartu Selamat Hari Raya, bermacam ragam bentuknya. Ada yang biasa saja, ada yang menarik hati, sungguh kreatif orang-orang pada masa itu. Lalu datanglah telfon genggam dengan “SMS”nya, maka tersingkirkanlah kartu lebaran ini. Kini ialah zamannya aplikasi chating maka SMS tamat pula riwayatnya. Esok, entah apa lagi.

Bermacam ragam bentuk kartu itu dahulunya, bahkan ada yang harum baunya. Duhai tuan..

Menulis dikartu melatih kita untuk merangkai kata sekaligus melatih keindahan tulisan tangan kita. Kini sudah tiada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s