Kena Sunat tiap Bulan

Gambar: Instagram

Gali lubang, tutup lubang demikianlah pepatah mengatakan. Pada masa sekarang, semakin banyak saja orang nan mengalami dan menjalaninya. Akibatnya rasa syukur menjadi kian menipis dan ketidak puasan dan selalu merasa berkekurangan menjadi semakin bermaharaja lela.

Bagi para pegawai, hal ini sudah menjadi sesuatu nan lazim. Kesannya saja nan hebat pegawai itu, pendapat seorang tukang daging yang setiap hari bergulimang bau bangkai bahkan lebih besar dari mereka. Masa kini, hampir sebagian besar pegawai nan berhutang. Ada nan menggali begitu dalam hingga tiada lagi nan dapat dibawa pulang.

Kata orang “Kebanyakan pegawai nan berhutang, kinerjanya menjadi menurun..”

Apa sebab hingga demikian?

Kami tiada pula faham, mungkin karena tuntutan hidup, harga nan merangkak naik sedangkan gaji tiada hendak berasak naik pula. Gaji cenderung tetap namun tunjangan terancam turun. Tergantung dengan siapa pegawai itu bekerja.

Syukur, kata sederhana namun sangat payah mengamalkannya.

Advertisements

2 thoughts on “Kena Sunat tiap Bulan

  1. Sebisa mungkin memang tidak mulai berhutang. Ya…. dicukup-cukupkan dululah. Soalnya banyak hal sebenarnya yg bukan kebutuhan utama malah mendapat prioritas lebih sehingga menimbulkan hutang.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s