Sakit, sangat…

Picture: http://hddesktopwallpapers.in

Si Bujang tersenyum tatkala bundanya melihat luka nan tertoreh di kakinya. Daging yang koyak cukup lebar akibat tak sengaja tertoreh benda tajam semasa ia bekerja di perak[1] siang tadi. Akibatnya, Engku Mantri mesti memberinya lima jahitan kemudian dibalut dengan perban nan cukup mencolok apabila dibawanya berjalan.

“Tiada mengapa bunda, sudah diobati oleh engku mantri..” jawabnya sambil tersenyum

Sang bunda serupa tiada mendengar suara anaknya itu, terus dipandanginya kaki kanan sang anak, rusuh bukan buatan hatinya “Tak sakitkah terasa oleh engkau kini..?” tanya bundanya menyelidiki.

Si bujang menggeleng “Biusnya mestinya sudah hilang. Pastilah engkau sedang menanggung sakit sekarang..” balas bundanya.

Adik perempuannyapun demikian pula, hanya sang ayah dan adik laki-lakinya nan tenang-tenang saja “Luka kecil itu, usah engkau cemaskan, anak lelaki engkau sudah gedang, bukan kanak-kanak lagi..” kata sang ayah kepada sang bunda.

Sakit nan kita rasakan dapat ditahan, namun orang-orang nan cinta dan kasih akan kita tiada dapat menahan. Mereka menanggung sakit berkali-kali lipat dibandingkan nan kita rasakan. Aneh bukan, kita nan terluka, nan terkasih nan menanggung derita..

________________

Catatan Kaki:

[1] Kebun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s