Tanah Lapang Kami

Picture: fahrie instagram

Petang hari nan cerah di bandar kami merupakan salah satu saat-saat yang indah nan patut untuk dinikmati. Apakah itu di taman tempat menara jam berada ataupun di tanah lapang yang lebih dikenal dengan nama Lapangan Kantin. Kedua tempat tersebut merupakan salah satu tempat kegemaran masyarakat di bandar kami untuk menikmati dan menghabiskan petang nan indah.

Setiap pagi dan petang ramai orang nan berolah raga di lapangan ini, ada yang sekadar berjalan santai, berlari-lari kecil, sampai berlari (joging) keliling lapangan. Kalau pada petang hari ditambah dengan anak-anak remaja nan ramai bermain bola keranjang pada salah satu sudut lapangan.

Demikianlah kalau petang lebih ramai terasa, berlainan dengan pagi hari. Sebab pada petang hari lapangan tersebut diramaikan oleh para pedagang nan berjualan, orang tua nan membawa anak-anaknya nan masih kecil itu berjalan-jalan sambil duduk santai, atau beberapa orang dewasa yang duduk-duduk sambil memandangi anak remaja nan bermain bola keranjang.

Lapangan ini dahulu kepunyaan tentara Belanda, dikenal dengan nama Lapangan Kantin. Setelah kemerdekaan kepemilikan beralih kepada tentara di republik ini serta nama Lapangan Wirabraja yang bermakna Prajurit sejati yang berani, kesatria yang siap siaga baik mental maupun fisik. Nama ini berasal dari bahasa Sangsekerta yakni wira yang berari berani dan braja berarti tajam. Salah satu kesatuan prajurit di Keraton Kesultanan Jogjakarta juga bernama sama.

Namun orang Minangkabau di bandar kami tetap menyebutnya dengan nama Lapangan Kantin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s