Dahulu & Kini

Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com

Beberapa masa nan silam tatkala kami tengah membongkar-bongkar dan merapikan barang-barang, kami menemukan beberapa kota kartu perdana telpon genggam. Ya, kotak ini berasal dari masa belasan tahun nan silam, dari masa telpon genggam masih merupakan barang langka, mahal, dan hanya dapat dimiliki oleh beberapa orang saja.

Kami tergelak dalam hati, apabila kami bandingkan dengan masa sekarang, amatlah jauh bedanya. Kini, tiada lagi menggunakan kotak hanya dibungkus kertas atau bahkan plastik saja. Isinyapun tak seramai dahulu tatkala masih memakai kotak. Dahulu banyak kertas yang memberi keterangan tentang apa saja layanan nan terdapat pada kartu telpon seluler itu terdapat di dalam kotak. Kini hanya satu atau beberapa helai saja.

Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com

Sungguh sangat berlainan dan jauh bedanya. Kenapa dapat demikian? Padahal jenis telpon genggamnya bertambah bagus serta bertambah mahal demikian juga dengan layanan yang bertambah macam ragamnya.

Belum dapat jawapannya oleh kami, mungkin engku dapat menolong kami mencari jawapannya..

Tak hanya kartu perdana saja, telpon genggam juga demikian. Dahulu telpon nan dijual kecil ukurannya namun kotak yang dipakai untuk menyimpannya besar, dua kali atau mungkin lebih besar dari hapenya. Kini, kotak penyimpan telpon tersebut berukuran sama dengan telpon nan dijual. Tidak seramai dahulu isinya, bahkan ada yang tiada menyertakan headset didalamnya. Hanya kabel cas (charger) yang masih setia menemani.

Kembali kami tergelak sebab jenis telpon nan dijualpun jauh lebih bagus, lebih canggih, dan lebih banyak layanan nan disediakan. Berlainan dengan dahulu dimana telpon genggam hanya untuk menelpon dan me-sms saja, kini semua telpon selular nan dijual memiliki kamera, dapat menggunakan layanan internet, dan lain sebagainya.

Apakah kami saja nan merasa heran atau engku, rangkayo, serta encik juga..

Tambahan Gambar:

Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com
Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com
Advertisements

4 thoughts on “Dahulu & Kini

  1. Ini mungkin salah satu jawabannya Sutan. Saya rasa jumlah SIM Card overload karena bisa dimulai berurutan dengan angka 081, 082, 083 dst yang melebihi unit gadget. Makanya produsen sudah siap dengan Duo SIM, bahkan Tigo SIM 😀 sementara kualitas sinyal jauh dari yang diharapkan. Muncul pula trik baru, beli perdana sekali pakai yang datanya lebih murah ketimbang top-up ditengah labilnya hukum kepemilikan nomor komunikasi, karena perdana diisi identitas palsu juga diterima. Sementara untuk menyamar guna bisa ceting, pidiokol dan lainnya kan perlu data yang banyak Sutan. Gak cukup 10 Giga sebulan. Jadi produsen juga menciptakan SIM Card sudah membayangkan dari awal harus kejar setoran dan agar untung lebih oke, semacam kertas petunjuk, kotak “karah” dan papan kartu itu tidak perlu lagi. Kalau bisa SIM Card ukuran “nano” saja ditungkus dan ditulis harga dan ditulis sudah aktip, tinggal “Bigoan” Buang-buang biaya, bahan baku plastik mahal kini 😀 Itu cuma jawaban saya Sutan, orang lain mungkin beda. Maaf bila salah kata.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s