Membawa Minyak Terserak

Picture: http://wagner.adv.br

Mambao minyak taserak atau ada juga yang mengatakan Mambao minyak angek panuah merupakan salah satu ungkapan dalam masyarakat Minangkabau. Ini merupakan petuah, pengajaran dalam menjalani kehidupan yang merupakan perumpamaan suatu keadaan  apabila kita dihadapkan pada suatu keadaan yang membuat kita sulit membuat keputusan.

Misal, kita menghadapi dua orang yang berbeda pendapat yang sama-sama keras dengan pandangan mereka dan tiada yang hendak mengalah agak selangkah. Apabila pendapat yang satu diterima maka pihak nan lain akan berkurang hati, demikian pula sebaliknya. Sehingga dalam perkara ini diperlukan kearifan dan kelapangan hati.

Seperti pengajaran dari Saidina Ali; memuaskan keinginan setiap orang merupakan kemustahilan bagi engkau. Demikianlah agaknya, terkadang berbuat adil tiada mesti membuat puas atau senang semua fihak. Untuk berbuat adil kita mesti siap untuk mendapat hujatan ataupun kebencian.

Demikianlah tengah hari ini, dua orang pandeka gaek menyatakan ketidak puasannya atas diikutkannya seorang pandeka lain yang tiada mereka senangi, kepada seorang penghulu nan mengepalai suatu perhelatan para pandeka di Minangkabau ini. Sang Datuk hanya tergelak saja, menyatakan siap menerima akibat apabila si pandeka tetap diikut sertakan dikarenakan tabi’at si pandeka itu yang kurang elok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s