Embun nan Memikat

Picture: https://justwrite-athing.tumblr.com

Salah satu masa nan sangat kami nantikan dan gemari ialah disaat hendak berangkat kantor embun turun menyelimuti negeri. Dinginnya sungguh nikmat walau sebenarnya embun ini sangatlah tajam. Kata orang kampung kami embun itu apabila terlalu sering dihirup maka akan dapat menyebabkan penyakit kepada paru-paru. Oleh karena itu kami acap mendapat pesan “Apabila beronda[1] dipagi nan berembun itu, hendaknya engkau memakai penutup hidung..”

Telah cukup banyak nan menjadi bukti dari wasiat orang kampung kami itu. Tak hanya pagi, embun juga acap turun di malam hari dan orang-orang nan bekerja di malam haripun mesti berhati-hati pula. Pernah terdengar oleh kami seorang engku meninggal karena penyakit di paru-paru nan dideritanya, kata orang kampung kami “Si engku acap bekerja sampai malam di oloh[2] miliknya..”

Terlepas dari itu, embun nan turun benar-benar menambah kemolekan kampung kami, serupa tinggal di negeri atas awan saja rasanya. Tiba-tiba muncul orang dari balik kabut putih itu dan kemudian lenyap pula di sisi nan lain.

Namun sayang, para pengendara kendaraan bermotor tiada gemar menghidupkan lampu kendaraannya di pagi nan berkabut itu padahal jarak pandang sangatlah dekat. Beruntung kami belum pernah mendapati ada kemalangan nan berlaku, semoga saja jangan sampai.

Pagi, embun, dan matahari nan bersinar kemalu-maluan,
sungguh sangat kami rindukan..

_________________

Catatan Kaki:

[1] Naik motor

[2] Sebutan untuk “Bengkel” tukang perabot di kampung kami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s