Penyakit jahat

Picture: http://microscopicblog.blogspot.co.id

Karena mereka lemah, diselimuti ketakutan, merasa terancam dengan tunas baru yang akan segera tumbuh gedang, cemas dengan keberadaannya yang akan segera lenyap menghilang, gundah karena merasa tak dihargai oleh si anak kecil.

Semasa kuliah, itulah untuk pertama kali kami berkenalan dengan salah satu penyakit nan telah bersarang entah beberapa generasi di negeri ini dan entah berapa pula mangsa yang telah ditelan olehnya. Kekuasaan sekelompok orang atas kelompok lainnya hanya karena perbedaan awal masuk. Rupanya setelah kami ingat-ingat kembali, hal nan kami rasakan ini tak hanya bermula dimasa berkuliah saja melainkan dimasa bersekolahpun sudah ada.

Tak hanya di sekolah namun di tempat kerjapun demikian, walau pada beberapa tempat mungkin tiada begitu terasa. Bagi beberapa pegawai, hal ini mereka jadikan dalih untuk menutupi kekurangan mereka dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Banyak pegawai nan lama berpangkat rendah merasa kesal dan geram dengan pegawai muda yang sudah berpangkat jauh di atas mereka. Dan akhirnya kepandiran dan kecongkakan mereka berbicara “Boleh kalian bersekolah dan berpangkat tinggi, kalau hanya menguasai teori namun kami walau tiada bersekolah setinggi kalian, kami kaya dengan pengalaman..”

Merasa tersudutkan dan terancam, itulah yang mereka rasakan. Kesal dengan kenyataan bahwa mereka pegawai rendahan sedangkan anak kecil ini malah mendapat tempat yang cukup berkuku di kantor. Mengungkit-ungkit perkara aturan kesopanan yang muda kepada yang tua, menuntut untuk dihormati sedangkan mereka tiada memberi contoh yang baik mengenai itu. Bagaimana pula anak kecil ini akan dapat menghormati seorang pencuri, pendusta, manis mulut, dan tukang muslihat.

Bersembunyi dibalik senioritasi itulah nan mereka lakukan, kenapa mereka melakukannya?

Karena mereka lemah, layaknya binatang yang menyerang manusia. Mereka melakukannya bukan karena mereka buas, merasa diri pemangsa atau lebih kuat dari manusia. Justeru sebaliknya, binatang itu sedang ketakutan, merasa terancam dengan keberadaan manusia yang datang ke lingkungan mereka, ke sarang mereka, oleh karena itu mereka menyerang dan bahkan memangsa manusia itu. Mereka takut, ketakutan..

Kenapa para tawanan yang diawasi oleh hanya beberapa orang serdadu tiada berani melawan? Karena mereka telah kalah, mental mereka telah kalah..

____________

Baca Juga

http://liliaf.blog.upi.edu/pengertian-senioritas/

http://mr-gans.blogspot.co.id/2011/05/senioritas-tak-menjamin-profesionalitas.html

 

 

https://wpapers.ru/wallpapers/Fantasy/8225/2560-1600_%D0%A4%D0%BE%D1%82%D0%BE-%D0%B4%D1%80%D0%B0%D0%BA%D0%BE%D0%BD%D0%B0.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s