Komedi Kehidupan

Picture: https://www.pinterest.com

Ini merupakan kisah salah seorang kawan kami, bersumber dari desas-desus diantara kawan, pandangan beberapa pasang mata dalam memaknai kejadian yang tampak pada hubungan suami isteri serta hubungannya dengan anak-anaknya. Masih diragukan kebenaran dari jalannya kejadian karena tiada seorangpun dari kami nan sampai hati bertanya perihal keadaan sebenar dari rumah tangga kawan kami tersebut.

Pada pandangan kami ia merupakan seorang nan periang, berkenan melakukan pekerjaan apa saja nan disuruhkan induk semang kepada dirinya. Namun sayang kurang teliti dan kurang cepat menangkap maksud dari perintah yang didapatnya. Sehingga banyak juga nan kecewa menghadapi dirinya nan cepat menyanggupi namun lambat atau bahkan tidak sesuai nan diharapkan hasil nan diberikannya.

Kerap meninggalkan kantor tiba-tiba dan dalam jangka waktu yang terkadang lama. Hape jarang hidup, apabila hidup tatkala dihubungi tiada mengangkat. Apabila diajari terkadang dia membantah, dan lain sebagainya.

Salah seorang kawannya semasa berkuliah pernah tercengang “Ada apa dengan Kak Upik, dahulu dia berisi dan molek namun kini kurus badannya?” nan mendengarnya hanya dapat diam karena tiada memiliki jawapan pasti.

“Di Bengkulen dahulu ia dipercayai orang memegang beberapa kegiatan, dan kegiatan tersebut maju di tangannya. Bagaimana pulakah disini keadaannya?” tanya kawannya itu balik. Tiada seorangpun nan hendak menjawab karena semua orang heran sebab seorang nan lambat, pelupa, tiada bertanggung jawab pada pekerjaan dapat memegang sebuah kegiatan yang sangat besar tanggung jawabnya.

Singkat kata kawan kami ini berlaku lurus dan berkeinginan untuk belajar. Namun ada suatu rahasia dalam hidupnya nan tiada hendak dibaginya dengan orang lain. Rahasia yang membuat dirinya berubah seratus delapan puluh derajat dan kemudian memutuskan mengambil resiko yang akan membuat dirinya mendapat kesan nan kurang baik dari kawan-kawan.

Dia memiliki sepasang anak, perempuan nan sulung dan lelaki nan bungsu. Kedua-duanya sangatlah nakalnya, suka menyuruh dan membentak bunda mereka. Padahal masih berusia tujuh dan lima tahun. Nakal agaknya sudah tabi’at dari kanak-kanak namun setiap orang nan arif serta bijak tentulah dapat membedakan mana nan kenakalan kanak-kanak dan manapula itu kenakalan kurang ajar nan bukan bawaan lahir kanak-kanak tersebut.

Si sulung sangatlah kurang ajar terhadap bundanya, bahkan sampai hati menampar bundanya di hadapan kawan-kawan kantor lainnya.

Suaminya seorang engku guru, guru olah raga, berpaut beberapa tahun di atas sang isteri. Kabar menyebutkan bahwa sang suami merupakan guru bermain raket dari Datuk Wali, kenal banyak orang penting di bandar kami, serta luas pergaulannya. Banyak nan tiada mengetahui sosoknya, hanya mendengar dirinya disebut-sebut saja.

Beberapa orang memberi kesaksian perihal hubungan mereka, pernah bersua pada suatu rumah sakit, sang suami tiada hendak mengenalkan isterinya kepada kawan-kawannya. Ketika itu baju bagian belakang sang suami keluar sehingga menggaduh penampilan sang suami nan necis dan parlente tersebut. Isterinya (kawan kami) perlahan-lahan berjalan ke belakang sang suami dan dengan sangat perlahan dan tak kentara berusaha memasukkan baju nan keluar itu ke dalam celana suaminya. Namun tangan sang isteri dihempaskannya, dan itu sangat mencolok pemandangan setiap orang nan hadir.

Ada pula nan menyebutkan bahwa sebenarnya kawan kami ini mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ditambah dia yang penakut apakah itu kepada suami ataupun kepada anak. Sangkaan kawan-kawan ini bukannya tak berdasar, selain dari kesaksian dari hubungan dirinya dengan anak dan suami juga ada kecurigaan dari kawan kami kepada dirinya. Kejadiannya begini, tatkala sedang ditelpon dia menyatakan sedang bersama suami dan tiba-tiba telponnya putus dan tiada dapat dihubungi lagi. Besar dugaan bahwa sang suamilah nan merampas telpon tersebut dan mematikannya.

Ada pula kesaksian lain, tatakala baru pulang dari luar kota karena tugas bersama kawan-kawan, Kak Upik minta tolong dijemput kepada suaminya sebab hari sudah petang. Namun sang suami tiada berkenan menjemput padahal mereka sama-sama belum pulang. Pernah jua pada suatu ketika Kak Upik dan kedua anaknya hujan-hujanan datang ke kantor padahal mereka memiliki oto[1], rupanya si suami tiada berkenan mengantar sebab sedang ada keperluan lain. Dan baru-baru ini Kak Upik pernah tak balik ke kantor lepas istirahat siang sebab suaminya tiada berkenan mengantar ke kantor, padahal hari sedang hujan lebat tengah hari itu.

Demikianlah kehidupan, kata kawan-kawan kami “Rumah tangga seperti itu biasanya tahan lama..” dan benar kami dapati memang banyak nan demikian. Asalkan tidak terbit kesal si isteri kemudian melawan kepada suami.

Sungguh aneh dan gelak-gelak saja kami dibuatnya, betapa seorang isteri yang tiada membedakan antara rasa hormat, kesetiaan, dan takut kepada suaminya. Melayani suaminya secara membabi buta serupa itu, bahkan lebih memilih dimarahi induk semang dari pada dimarahi suami.

Di lain sisi, lakon kehidupan di atas dunia ini memberikan contoh kebalikan dari kejadian nan kami kisahkan di atas. Dimana ada jua seorang isteri yang khianat kepada suami, berlaku zhalim kepada imamnya, pergi meninggalkan suami, memisahkan anak dari ayah, dan lebih memilih untuk takut, takluk, dan tunduk di bawah telapak kaki mama & papanya.

Kehidupan ini ialah lakon komedi nan tiada putus, tergantung dari sudut pandang mana kita memandangnya. Dapat berupa komedi apabila dipandangi dari satu sisi dan kisah tragis memilu hati apabila kita pandangi dari sisi nan lain. Kami serahkan kepada engku, rangkayo, serta encik untuk menilainya.

_______________________

Catatan Kaki:

[1] Mobil

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s