Mayor Jack Reacher

Picture: http://glamovie.com

Jack Reacher, kami dahulu sempat merasa aneh dengan judul filemnya, berdasarkan kepada nama orang. Walau kami juga merasa aneh sendiri sebab banyak filem yang judulnya dinisbatkan kepada nama tokoh utamanya. Namun filem nan satu ini aneh saja terasa.

Karena merasa aneh itulah makanya kami menonton filem tersebut. Dan rupanya filem ini filem laga penyidikan (detektif), maklumlah Tuan Tom Cruise jarang memainkan filem yang tidak bertemakan laga. Dan oleh karena dibintangi oleh pelakon nan satu inilah makanya kami tertarik untuk menontonnya.

Sungguh tiada kecewa kami menonton filemnya, memancing rasa ingin tahu dengan akhir penyidikan dari Tuan Mayor Jack Reacher. Maka tatkala mendengar filem keduanya telah selesai dibuat maka berharap sangatlah kami untuk dapat menonton kisah Tuan Mayor selanjutnya.

Kalau di filem pertama Tuan Mayor bergerak karena hendak membantu seorang pensiunan tentara Perang Irak maka pada filem kedua ini ia melakukan penyidikan demi memulihkan nama baiknya yang mendapat fitnah dan nama baik seorang Mayor nan Jelita yang juga difitnah. Kalau di filem pertama mengisahkan perihal ingatan Perang Irak maka di filem sekarang dikisahkan perihal ingatan Perang Afganistan.

Nyonya Kolonel Susan Turner seorang perwira militer Amerika nan jelita mendapat fitnah, dituduh sebagai mata-mata karena membocorkan rahasia negara. Sungguh sangat disayangkan perempuan sejelita itu mesti menghadapi hukuman mati. Namun untung ada Tuan Mayor Jack, berdua mereka menjadi buronan negara.

Nyonya Jacoba Francisca Maria Smulders atau Cobie Smulders pernah kami dapati dalam dua filem lainnya yakni Avengers dan Captain America, dia memerankan bawahan yang menjadi tangan kanan Kolonel Nick Furry. Pada filem Kapten Amerika: Tentara Musim Dingin kami dapati si nyonya muda ini agak terlihat gemuk, yakin kami kalau ia baru habis melahirkan dan memang benar demikian, sudah kawin dan beranak dia.

Satu yang membuat kami sabak yakni perihal Tuan Mayor Jack yang semula menyangka dan disangka telah memiliki anak gadis jolong gadang yang berusia 15 tahun. Sepanjang filem kami menyangka bahwa gadis itu benarlah anak Tuan Jeck. Keras, banyak perangai, payah diberi masukan, serta tiada mengenal rasa takut.

Perlahan rasa cinta itu akhirnya datang jua, naluri seorang ayah tiada dapat dipungkiri. Apalagi Tuan Jack yang suka menyendiri dan berpindah-pindah tentulah ada masanya ia merasa kesendirian dan merindukan kasih sayang isteri dan anak.

Namun diakhir filem kenyataan sesungguhnya baru terungkap. Sang anak sendiri nan mengungkap. Air mata itu jatuh jua, harapan tak seindah kenyataan namun satu nan pasti, rasa cinta itu tiada pupus, apakah pada Tuan Jack ataupun pada Nona Sam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s