Mencari Cerah di Gelapnya Hati

Picture: http://www.clipartkid.com

Baru beberapa masa nan silam kami bercakap perihal orang nan sangat menggemaskan dan membuat kita makan hati berulam jantung. Walau geram dibuatnya, kesal minta ampun namun bak kata orang kita mesti berprasangka baik kepada yang bersangkutan. Sebab mungkin saja Allah sedang menampakkan kekurangan dirinya kepada kita sebagai salah satu ujian, apakah kita dapat berprasangka baik kepasa sesama manusia atau tidak.

“Mungkin Allah menutup kekurangan mu dan memperlihatkan kekurangan orang lain sebagai ujian apakah engkau sanggup melewatinya atau justeru terjerembab kepada prasangka buruk dan ghibah..” petuah seorang kawan kami.

Kami coba menenangkan diri, kami coba menghisab diri, adakah engkau lebih baik dari dirinya? Adakah engkau telah berbuat melampaui apa nan diperbuatnya?

Terkenang kami dengan wasiat Saidina Ali “Apabila sampai kepada engkau suatu perkara maka jangan pandang siapa nan menyampaikannya, melainkan engkau lihat perkara itu, apabila terdapat kebenaran padanya maka engkau amalkanlah..”

“Lalu bagaimana pula dengan orang yang pandai berpetuah saja? Berbual ia seolah-olah dirinya sudah lurus dan tinggi ilmu serta sempurna pemahamannya namun pada kenyataan diri ia tiada mengamalkan apa nan disampaikannya itu?” tanya seorang kawan menahan kesal.

Ada jua nan bertanya “Bagaimana pula apabila perkataannya itu bercampur antara nan haq dengan nan bathil? Disatu sisi mengajari bak orang Alim paham ilmu agama namun disisi lain ia riya dan menyombongkan diri?”

Kawan kami menjawab “Eloklah kita ulang-ulangi wasiat Saidina Ali itu, dan akan lebih elok lagi apabila dapat kita amalkam. Memang berat terasa namun apabila ada niat, tiada nan berat itu..”

Dalam hati kami tersenyum mengeluh “Masih ada orang nan miring otaknya berkata bahwa; ajaran Islam itu tiada nan sulit mudah semuanya. Manusia itu saja yang membuat sulit dan rumit dari ajaran Islam itu..

Advertisements

5 thoughts on “Mencari Cerah di Gelapnya Hati

  1. Mantap Sutan!
    Memang perlu kita menyampaikan yang elok. Selemah-lemahnya iman dan jihad rasanya… tau dan berani mengingatkan, itu sudah sangat berpaham setara kita Sutan. Maklumlah, memang jaman betul yang sudah berubah. Beda betul dengan jaman dulu masih besar celah untuk berperilaku elok. Kini bakcanda pimping di lereng kita berjalan. Anginnya betul yang kencang. Kalau kita bukan pimping, Batang Surian misalnya, kita akan berdiri tegap. Bagus laa tu Sutan. Semoga bangkitlah kembali hendaknya kita dan generasi penerus yang elok.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s