Kerani, Carik, Juru Tulis

Picture: http://showbiz.liputan6.com
Picture: http://showbiz.liputan6.com

Ketika kami mendapatkan tautan di fesbuk, dan serupa nan engku, rangkayo, serta encik ketahui gambar bergerak disana berputar sendiri tanpa mesti di klik terlebih dahulu. Sungguh aneh nian filemnya, dibintangi oleh dua orang pelakon terkenal dari Indonesia serta beberapa orang pelakon dari Malaysia. Tergelak-gelak sendiri saja kami dibuatnya tatkala menonton cuplikan filemnya namun sayang, dibioskop saja filem itu belum tayang.

Beberapa masa nan silam akhirnya kami berkesempatan menonton filem “Induk Semang ku Nan Pandir”  demikianlah judulnya. Mengambil tempat kejadian di Kuala Lumpur dan berkisah perihal hubungan induk semang dengan anak buahnya pada suatu kantor.

Filem nan berjenis lawak ini mengisahkan seorang induk semang nan angkuh, congkak, merasa selalu benar, tiada hendak kalah, ciluah, pelit, dan tiada memikirkan kesejahteraan anak buahnya dan memimpin sebuah kantor yang kesemua anak buahnya ialah orang Malaysia kecuali pegawai nan bekerja di bengkel yang berasal dari beberapa negara. Dari sekian anak buahnya terdapatlah satu orang kerani atau carik atau Juru Tulis[1] yang baru saja diterima bekerja. Orang Indonesia, bini kawan Si Induk Semang tatkala berkuliah di Amerika dahulu.

Walaupun bini kawannya, Si Induk Semang tiada peduli, dengan tanpa menenggang rasa ia samakan perlakuan dengan anak buahnya nan lain, sebenarnya itu bagus karena mengedepankan azaz keadilan. Namun apabila ditengok tabi’at Si Induk Semang maka kita nan menontonpun akan mengucap dibuatnya, geleng-geleng kepala, makan hati berulam jantung.

Filem ini mengisahkan hubungan nan jenaka antara Si Induk Semang dengan para anak buahnya, terlebih lagi dengan Si Carik yang tiap hari makin menipis kesabarannya.

Satu hal nan dapat kami petik dari filem ini, serupa apapun seseorang, segeram-geramnya hati dalam memandang seseorang maka pastilah orang itu memiliki sisi baik yang tersembunyi dari tabi’atnya nan makan hati itu. Dan itulah nan membuat Si Carik berubah fikiran tatkala hendak mengundurkan diri dari perusahaan, tersentuh hatinya nan lembut itu.

Selamat menonton engku, rangkayo, serta encik sekalian.. 🙂

_________________________

Catatan Kaki:

[1] Bahasa Melayu untuk Sekretaris, pada masa dahulu kata ini lazim dipakai namun kini sudah tergantikan dikarenakan pengaruh pengadopsian bahasa asing. Anehnya dalam filem tersebut kerani dimaksudkan sebagai Kepala Administrasi. (Lihat juga: http://mastonie-go2blog.blogspot.co.id)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s