The Fifth Estate

PIcture: http://ascot-elite.ch
PIcture: http://ascot-elite.ch

Dahulu kami acuh saja dengan berita dunia nan menggemparkan perihal pengungkapan surat-surat rahasia serta berkas-berkas rahasia lainnya dari beberapa negara oleh sebuah situs yang bernama Wikileaks.  Kebanyakan berkas kepunyaan Amerika dan berkaitan dengan kekejian perang namun ada jua beberapa tentang Indonesia, dimana yang disoroti ialah campur tangan Amerika di dalam negeri Indonesia.

Namun kini kami mulai mencari tahu perihal Wikileaks dimana dalam filem The Fifth Estate sosok sang pendiri – Julian Assage – dari situs tersebut digambarkan sosoknya. Filem ini sendiri dibuat berdasarkan sebuah buku yang ditulis oleh Daniel Domscheit-Berg yang dahulunya merupakan kawan dekat dari Tuan Julian. Tatkala mengetahui bahwa filem tentang dirinya dibuat, Tuan Julian langsung menyurati Benedict Timothy Carlton Cumberbatch (lebih dikenal dengan nama Benedict Cumberbatch) seorang pelakon asal Inggris yang memerankan dirinya agar membatalkan keterlibatan dirinya dalam pembuatan filem tersebut. Namun seperti yang dapat kita saksikan, agaknya permintaan dari Tuan Julian tiada dapat dipenuhi oleh Tuan Benedict.

Kami sangat menikmati menonton filem tersebut, keseluruhan adegan diambil di Negeri Eropa, dan kami sangat penasaran dengan kehidupan, masyarakat, dan keadaan alam disana.

Kami mulai faham kenapa Tuan Julian begitu keberatan dengan filem tentang dirinya, sebagai seorang pegiat dunia maya yang mengutamakan kerahasian diri maka tentulah ia sangat terganggu dengan pembuatan filem tentang dirinya yang berakibat kepada samakin banyak orang tahu akan dirinya. Penyebab lain kami rasa karena hubungannya yang sudah tidak baik lagi dengan mantan kawannya Daniel Domscheit dimana diakhir filem dikisahkan selisih faham diantara mereka yang berujung kepada pemecatan Tuan Daniel oleh Tuan Julian dan nan lebih menyakitkan ialah seluruh berkas yang akan diumumkan pada situs Wikileaks dihapus oleh Tuan Daniel. Berkas-berkas itu ialah usahanya, kerja kerasnya..

Ada keheranan dan janggal terasa, kenapa sebuah perusahaan filem besar yang ada di Amerika sampai berkenan membuat filem mengenai orang yang telah menelanjangi negaranya sendiri? Pesan apakah nan hendak disampaikan oleh pembuat filem?

Kami belum faham, namun satu nan pasti ialah, filem-filem dari negeri Amerika itu menyampaikan pesan dengan cara halus dan tak kentara. Langsung mempengaruhi fikiran alam bawah sadar kita sehingga sedikit banyaknya cerita di filem tersebut akan mempengaruhi kita dalam memandang dan menilai sesuatu, dalam hal ini ialah Tuan Julian dan Wikileaks.

Ada beberapa adegan dalam filem nan membuat sedih hati kami, setidaknya menjelaskan banyak hal perihal berbagai kekacauan yang terjadi di berbagai negara di dunia. Rasa tidak bersalah suatu negara dan orang-orang yang terlibat dalam pembuat dan pengambil keputusan pada suatu negara telah menyebabkan berbagai kesengsaraan dan penderitaan di berbagai belahan dunia. Membunuh yang jelas-jelas salah dipandang bukan suatu tindak kejahatan hanya karena keserakahan dan kecongkakan agar diakui sebagai pemimpin dunia. Dengan mudah menyerang negara orang serta membunuhi rakyatnya, kemudian masih dipandang pekerjaan mulia, membela demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan.

Bagaimana seorang perempuan yang selama ini dipandang lembut dan sangat perasa dapat menjadi sosok dingin yang tak berperi kemanusiaan dengan kekuasaan yang ada pada dirinya. Sungguh kami tiada habis fikir..

Tertarik kami dengan pelakon Inggirs Tuan Benedict, pertama kali kami melihat dirinya ialah dalam drama berseri yang berjudul Sherlock Holmes diamana dia memerankan sang penyidik berotak tajam yang pernah dimiliki Kerajaan Inggris. Kemudian kami dapati pula ia bermain di filem Star Trek Into Darkness, dimana ia memerankan orang yang sama sekali berlainan tabi’atnya dengan nan pernah dilakoninya, terakhir  dalam Dr. Strange yang kami tonton beberapa pekan nan silam. Ada dua filem lagi yang kami lupa judulnya namun dapat kami pastikan ia memerankan tokoh yang sama sekali berlainan. Sungguh hebat ia dalam berlakon, terkenang kami dengan dua orang pelakon Indonesia yang juga memerankan orang yang berlainan tabi’atnya pada setiap filem yang dibintanginya.

Tiada pandai kami dalam menilai sebuah filem, namun satu hal nan kami sadari ialah betapa segala batas dan rahasia tiada dapat disimpan dengan aman pada zaman sekarang. Serta betapa hebat dan berartinya sosok yang berpengalaman serta dalam pengetahuannya di Ranah Maya. Karena prajurit yang dibutuhkan sekarang bukanlah secara lahir melainkan secara maya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s