Rob B Hood

Picture: http://ww.globaltv.co.id
Picture: http://ww.globaltv.co.id

Banyak nan dilakukan oleh orang untuk mengisi waktu, karena takut waktu terbuang percuma dan cemas dengan peringatan Allah Ta’ala “Demi Masa..” dalam surat Al Ashr. Seperti menonton tipi, mebaca buku, bermufakat dengan sejawat, berjalan-jalan menikmati hari, memadu kasih dengan kekasih halal, membantu orang tua, menyelesaikan pekerjaan nan tertinggal, dan lain sebagainya.

Ada nan mengata “Menjelajahi dunia maya termasuk itu engku..”

“Itu membuang-buang masa namanya..!” timpal nan lain.

Ada juga nan berpendapat “Menonton tipi itu termasuk jenis membuang-masa pula..”

“Tergantung jenis acara nan awak tontonlah..” bela nan lain.

Dan benar, kali ini kami memilih menghabiskan waktu dengan mencari-cari saluran nan menyuiarkan siaran nan berkenan di hati. Menonton..

Salah satu kemalangan kami ialah tiada hapal betul jenis saluran beserta siaran nan ditayangkan oleh setiap saluran tersebut. Akhirnya bersua jua dengan nan sesuai, sebuah filem nan dibintangi oleh Jacky Chan. Walau menonton tidak dari permulaan, tidak mengurangi minat kami menyaksikan filem campuran antara lawak, drama, dan laga ini.

Rob B Hood, demikian judul filemnya. Mengisahkan tiga orang tukang maling yang bernama Tong (Jacky Chan), Oktopus, dan bos mereka yang mendapat julukan Pemilik Rumah[1]. Karena hanya menonton tidak sedari permulaan maka kami hanya melihat hubungan yang rusak antara Tong dengan keluarganya, Oktopus sang petualang wanita, dan Pemilik Rumah yang kena maling rumahnya (Padahal dia sendiri tukang maling).

Pemilik agaknya ialah orang nan menghubungkan mereka dengan pelanggan yang memberikan pekerjaan kepada mereka. Dan kini mereka mendapat pekerjaan dari orang yang bernama sandi Paman. Pekerjaannya ialah memaling salah satu rumah orang kaya di Hongkong namun ada yang disembunyikan oleh Paman kepada kedua orang kawannya. Tujuan utama bukanlah memaling dengan nilai tujuh juta dolar melainkan menculik seorang bayi nan buruk sangat.[2]

Penculikan ini tiada berjalan dengan mulus, Tong dan Oktopus yang semula geram akhirnya dapat menerima setelah kawan mereka nan berjulukan Pemilik Rumah merengek menumpahkan keluh kesah perihal rumahnya yang kena maling. Namun malang nasib mereka karena terjadi kemalangan di jalan, dirazia polisi, oto mereka yang kemalangan di jalan, dan dikejar-kejar sekelompok preman yang merupakan anak buah salah seorang kepala penjahat.

Nasib mengantarkan Pemilik Rumah ke dalam penjara, didakwa dengan tuduhan membawa oto dengan tiada bertanggung jawab. Akibatnya, Tong dan Oktopus mesti merawat bayi nan mereka culik. Ya, disinilah kisah sebenarnya bermula.

Tong nan membangkang kepada ayahnya dan Oktopus yang tiada setia kepada isterinya dan tiada berkeinginan memiliki anak sehingga sampai hati menyuruh isterinya untuk menggugurkan kandungan mulai mendapat didikan, pemahaman, dan hikmah. Apalagi mereka nan kepayahan dan rela melakukan apa saja untuk membuat sang bayi berhenti menangis. Belajar dari awal perihal cara merawat anak serta membesarkannya.

Perlahan-lahan rasa cinta itu tumbuh antara si bayi dengan kedua orang maling ini. Dan juga Tong mulai mendapat tambatan hati sedangkan Oktopus mulai terbit kesadaran perihal isteri dan calon anak nan ada dalam perut isterinya itu.

Disaat terakhir akhirnya ketiga maling ini membuat keputusan nan bijak, menyelamatkan si bayi dan mesti berakhir di penjara. Tiada mengapa, karena akhirnya keputusan keringanan hukuman untuk mereka keluar serta orang tua si bayi yang memutuskan untuk memberikan pekerjaan kepada ketiga maling ini. Satpam untuk Pemilik Rumah, Pengawal untuk Tong, dan Sopir untuk Oktopus.

________________________

Catatan Kaki:

[1] Pada beberapa tulisan kami dapati istilah Land Lord yang berarti Tuan Tanah. Istilah Pemilik Rumah kami ambil darisubtitle pada filem nan kami tonton di tipi.

[2] Orang Minangkabau selalu menggunakan kata “buruk” sebagai pujian kepada seorang anak atau bahkan orang dewasa. Maksudnya supaya nan dipuji kelak tiada sombong.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s