Perasaian cinta

Picture: http://id.fixabay.com
Picture: http://id.fixabay.com

Beragam orang, beragam cerita, berjuta kisah, agaknya demikianlah nan kami dapati dan alami. Ada orang nan perjalanan mulus dan lancar, ada yang tersandung sampai terjengkang, ada pula nan terhenti di tengah jalan. Derai air mata agaknya telah menjadi saksi perasaian sang empunya.

Serupa kisah nan dialami seorang kawan kami ini, seorang perempuan muda nan sedang mencoba berjuang menggapai mimpi dan menggenapi harapan diri dan orang tua. Telah banyak ikhtiar nan diusahakan namun agaknya hingga kini masih disuruh untuk bersabar. Tak kurang usaha dari diri, orang tua, kerabat, dan kenalan untuk mempertemukan dirinya dengan jodoh namun hingga kini masih tetap dalam pencarian dan penantian.

Kami tiada tahu entah berapa kasih yang telah berusah dirajutnya, namun hanya dua kisah yang disampaikannya kepada kami. Beberapa tahun nan lampau dia bersua dengan seorang laki-laki di bandar tempat dia bekerja, mereka saling menyukai dan akhirnya merajut kasih. Cukup manis kisah itu, semua orang berharap mereka berlanjut ke pelaminan, apalagi ketika itu kawan-kawan sedang merayakan musim kawin, hanya dia seorang nan tertinggal.

Namun kurang lebih setahun kemudian kisah itu khatam dengan cara sangat menyakitkan dan tiada disangka-sangak. Walau hanya sebatas jalinan kasih namun agaknya si lelaki telah berani memainkan tangannya kepada si perempuan. Entah pertikaian apa nan membuat si lelaki melekatkan tangannya kepada si perempuan, dua kali kejadiannya, nan terakhir berujung di kantor polisi dan si lelaki menjadi buruan.

Kisah kedua dijalaninya berkat bantuan orang terdekat, menjalin kasih dengan seorang lelaki di lain bandar yang baik dan sepemahaman dengan dirinya. Telah bertandang dia ke rumah, telah berkenalan ia dengan orang tua kawan kami ini. Namun apa hendak dikata, kisah tersebut diakhir si lelaki dengan alasan orang tuanya nan tiada menyetujui.

Setelah dicari tahu oleh kawan kami, bukan orang tuanya nan tiada hendak melainkan dirinya nan telah memilih perempuan lain. Lebih menyakitkan lagi, kawan kami ini ialah orang kedua, selingkuhan, kata orang sekarang. Betapa hancur hatinya, disangka telah menemukan tempat bersandar, rupanya masih ujian nan didapati.

Hujan mulai turun tatkala kawan kami ini meakhiri kisahnya, tiada air mata nan keluar, dia perempuan kuat. Senyum nan selalu terulas, apakah itu senyum ketabahan? entahlah.

Kini kembali keluarga dan kawan-kawannya mengusahakan, ajaibnya satu orang nan dituju, orang nan tinggal di bandar yang sama dengan dirinya. Namun nan membuat dirinya gemas, si lelaki amatlah pemalu sangat. Satu ditanya, satu dijawab, tiada pandai bertanya balik. Kawan kami menyerah “Tiada pandai nanda lagi bunda, bagaimana caranya bercakap dengan dirinya..”

“Malu dia itu,.” kata kami

“Malu bolehlah engku, tapi ini sudah terlalu malunya, tak bertempat-tempat..” jawab kawan kami ini.

Semoga dia segera bertemu dengan jodohnya, lepas beban fikiran dirinya, orang tua, dan kaum keluarganya..

Advertisements

2 thoughts on “Perasaian cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s