Kepribadian Introvert

Picture: http://www.1freewallpapers.com/
Picture: http://www.1freewallpapers.com/

Sementara Introvert ialah kelompok minoritas dalam masyarakat,
mereka membentuk sebuah mayoritas bagi orang-orang yang berbakat – Nicole Kidman

Berjalan-jalan di ranah bloging, kami dipertemukan dengan sebuah tulisan yang membahas perkara introvert. Kami belum mendapatkan asal dari kata ini serta sejarah kenapa digunakan. Pada beberapa karangan nan kami baca, mereka merujuk kepada seorang Ahli Jiwa yang bernama Carl Jung, beliau inilah orang pertama yang mengeluarkan istilah ini. Tuan Jung menerangkan tiga jenis tabi’at manusia yakni Ekstrovert, Introvert, dan Ambievert.

Ekstrovert ialah orang yang bertabiat terbuka, mudah bergaul, serta pandai membawakan diri di tengah-tengah masyarakat. Introvert ialah orang yang tertutup, suka berpanjang fikiran, dan terkesan pendiam. Sedangkan Ambivert ialah orang yang memiliki tabi’at gabungan dari kedua tabi’at di atas.

Kami tertarik dengan Introvert, suatu tabi’at yang acap disalah artikan sebagai orang yang tiada suka bergaul (anti sosial), pemalu, dan asyik dengan dunianya sendiri. Namun hal tersebut tiada benar adanya, hanya sangkaan belaka. Sebab pada kenyataannya, seorang Introvert ialah orang yang memiliki perasaan yang halus (empati), kepedulian yang tinggi, teguh memegang janji, setia dalam persahabatan, berfikir panjang, dan tulus dalam memberikan cinta. Tapi jangan coba sekali-kali menyakiti atau mengkhianati cinta atau kepercayaan yang telah diberikan, beberapa diantara mereka ialah Pendendam yang Baik.

Profesor Jonathan Cheek, seorang guru besar dari Wellesly College membagi Introvert kepada empat jenis yakni:

1. Introvert Jenis Bergaul (Sosial)

Orang dengan tabi’at serupa ini bukan jenis pemalu, mereka akan bergaul dengan orang-orang yang sehati dengan dirinya.

2. Introvert Jenis Pemikir

Orang dengan tabi’at ini jenis orang yang penyabar dan bijaksana. Mereka berfikir tenang, tidak mudah terpancing amarah dan dengan sabar menyikapi keadaan nan sedang berlaku.

3. Introvert Jenis Pencemas

Orang dengan tabi’at ini ialah seorang pemalu, cemas apabila berada di tempat atau lingkungan baru. Kecemasan tersebut belum akan hilang tatkala mereka berada di kesendirian, acap mereka teringat dan memikirkan kembali kejadian-kejadian yang mereka alami sebelumnya dan mencemaskan hal-hal buruk yang mungkin saja berlaku esok hari.

4. Introvert Jenis Tertahan

Orang dengan tabi’at ini ialah jenis orang yang berfikir dahulu sebelum berbicara, berfikir dahulu sebelum membuat suatu keputusan, serta merencanakan segala sesuatunya dengan baik.

Pada beberapa tulisan ada yang membuat kelebihan dari orang dengan tabi’at Introvert ini, seperti:

  1. Introvert ialah seorang Kawan yang Setia.
    Seorang Introvert ialah orang yang sangat pemilih dalam berkawan, namun apabila mereka telah memantapkan pilihan maka kawan mereka itu benar-benar dipercayai sehingga menjadi tempat berkeluh kesah, mempercayai rahasia-rahasia pribadinya. Sebaliknya mereka juga penyimpan rahasia yang baik, bukanlah tabi’at seorang Introvert yang menusuk dari belakang, menggunting dalam lipatan, atau menohok kawan seiring.
  2. Lebih cenderung kepada hal-hal yang bersifat bathin dari pada lahir. 
    Mereka gemar membaca, apakah itu buku ataupun membaca keadaan yang sedang mereka jalani. Sibuk menafsirkan dan mencari tahu makna dan hakikat dari persoalan yang mereka hadapi. Haus akan pengetahuan, tidak pernah puas dan merasa cukup dengan apa yang mereka ketahui.
  3. Introvert ialah Pemikir yang dalam
    Bukan jenis orang yang bercakap berputar-putar, membuang-buang kalimat, serta mubazir waktu. Orang Introvert cenderung berbicara langsung, menghemat perbendaharaan kata. Pernyataan mereka tepat dan jelas, tidak menggantung di awang-awang.
  4. Selalu bersikap tenang dalam menghadapi persoalan
    Tidak mudah terpancing amarah, berfikir dahulu sebelum bercakap dan bertindak, dan mengunyah baik-baik segala persoalan nan datang. Kata orang sekarang, tidak mudah panik.
  5. Pendengar yang baik
    Karena merupakan seorang pemikir dengan ketenangan bathin dan kehalusan jiwa maka mereka cenderung menjadi pendengar yang baik, tidak suka menyela melainkan membiarkan lawan bicara menyelesaikan maksud yang hendak disampaikan. Lalu berbekal dengan itu semua, mereka akan mulai mencerna, memilah-milah, membandingkan keterangan, dan menarik kesimpulan atas fakta dan data.
  6. Selalu Peduli
    Karena ketenangan jiwa dan hati yang halus itu membuat mereka menjadi orang yang sangat sensitif terhadap orang lain dan lingkungan. Mudah tersentuh hatinya, dan beriba hati melihat kesusahan orang lain.

Kata pengarang yang kami baca tulisannyaBiasanya seorang introvert gemar menulis, karena dengan menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan fikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.

Dan Introvert ialah Minoritas dalam pergaulan, namun tak serupa Minoritas di negeri ini, para Introvert tidak sula Lebay dalam menyikapi ketidak adilan dan salah tafsir orang-orang terhadap diri mereka. Justeru sebaliknya, Ektrovert itulah yang acap lebay menjual penderitaan..

______________________

Baca Juga (Klik pada Judul):

  1. I am A Introvert
  2. 11 Hal yang Wajib Diketahui Orang-orang Berkepribadian Introvert
  3. Pengertian, Mitos, dan Fakta Orang Introvert
  4. Introvert, Ekstrovert, dan Ambievert
Advertisements

5 thoughts on “Kepribadian Introvert

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s