Arif dengan jari

Picture: http://hd4desktop.online/
Picture: http://hd4desktop.online/

Setiap orang membutuhkan tempat untuk menumpahkan gelembung-gelembung rasa yang menyesak di dada. Apakah itu gelembung rasa senang ataupun sebaliknya, sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Apabila tak diluahkan maka akan menjadi penyakit, macam-macam penyakit nan mendatangi sehingga akan bertambah payahlah diri dibuatnya.

Tak jarang kami dapati seseorang bercakap meluahkan segala nan terasa kepada orang asing nan baru dijumpai. Mungkin dengan pertimbangan kalau dengan orang nan maka tiada beban sebab mereka tiada mengetahui latar belakang segala nan berlaku. Kami pernah mengalami hal tersebut, dahulu sekali tatkala masih magang di kedai milik orang tua kami. Seorang pelanggan kampung sebelah berurai air mata menumpahkan segala isi hatinya, sampai rangkayo kedai sebelah mengintip apa gerangan nan berlaku.

Ada pula nan menumpahkan isi hatinya kepada orang nan dipercayai, namun terkadang orang nan disangka dapat dipercayai itu bersifat khianat sehingga tak jarang permasalaha pribadi seseorang menyebar diketahui orang banyak. Ada pula nan bercakap menumpahkan isi hati tersebut ke sembarang orang, akibatnya setengah-setengah (fity-fifty kata orang sekarang), ada nan disimpan rapat-rapat ada pula nan bernasib seperti si khianat di atas.

Dahulu ada pepatah orang Melayu, mulut mu- harimau mu maksudnya segala nan terucap itu akan kembali kepada kita, mesti dipertanggung jawabkan apabila ada nan tersinggung. Maksud hati menumpahkan isi hati namun apa hendak dikata, ada orag di luar sana nan tersinggung, banyak.

Kini bertamah ia, jari mu-harimau mu, demikianlah. Kini banyak nan tiada segan menumpahkan segala isi hati di media sosial nan mereka miliki, di grup-grup tempat mereka bergabung, dan lain sebagainya. Kalau orang nan tersinggung maka akan menyebabkan renggang atau bahkan putusnya hubungan silaturahmi. Namun apabila Si Pemegang Perintah nan tersinggung, maka ngeri tuan..

Terkadang kita acap lepas kendali, karena tiada tertahankan lagi maka lepaslah segala kendali diri itu. Tersinggung orang banyak, walau sebenarnya orang nan banyak itu nan lebih dahulu menyinggung kita. Apa hendak dikata, penghakiman dari orang banyak itulah nan sebenar pengadilan.

Terkadang kita mesti bersabar menghadapi segala persoalan nan menghampiri setiap hari. Sesekali mungkin terlepas namun hendaknya itu menjadi pelajaran, apa hendak dikata tuan, kamipun faham bahwa tuanpun memiliki batas kesabaran. Kamipun pernah mengalami.

Terkenang-kenang nan semalam di Sabtu tengah hari
Koto Rang Agam, 28 bulan Januari tahun 2017
Pukul Tiga kurang sepuluh di kantor nan amat tenang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s