Pertikaian

Picture: http://savingantiquities.org
Picture: http://savingantiquities.org

Perlahan-lahan namun pasti, cerah itu hanya sekejap saja. Hujan telah lama menanti, untuk datang kembali menyapa hari. Demikianlah kiranya kabar nan didapati, tiada disangka dan tiada pula dinanti. Kata orang elok menghisab diri, dari pada mencari pembenaran sendiri.

Tuan dan nyonya nan baik hati, pandangan tuanlah nan memberi arti, akan segala tingkah laku kami ini. Entah elok, entah buruk, namun tiada maksud hati, untuk menyinggung tuan nan elok budi.

Kata orang nan kecil usah dibesarkan, karena rusak hati dalam badan. Kata tuanku mengaji di surau, menutupi aib saudara sangatlah dipuji dalam agama dan lingkungan. Kata orang lagi, gajah di pelupuk mata tiada diperhatikan, semut di seberang lautan menjadi sorotan.

Tak disini sahaja duhai tuan, nun jauh disanapun demikian. Guna mengalihkan perhatian, guna menutupi keadaan, buruk orang nan dikemukakan. Bisik-bisik nan diedarkan, mencari tempat bidikan, agar lepas nan di badan.

Ini tuan kami kembalikan, tak semua nan tuan harapkan. Sebab ada nan kami tahan, karena itu ada maksud dan tujuan.

Tiada senang kiranya tuan, Engku Kepala pinta dimufakatkan. Duduk bersama kawan-kawan, bercakap dari lubuk hati nan paling dalam. Jangan sampai rusak hubungan, jangan timbul hendaknya dendam, karena kita akan terus berhubungan, namanya pegawai tentulah demikian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s